Selasa, 28 April 2026

Kesehatan

Alasan Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil Diawali Pencernaan Sehat

Perut yang bermasalah bisa mengganggu produktivitas karena tubuh tidak nyaman untuk bekerja atau belajar, harus segera diatasi.

Penulis: LilisSetyaningsih |
Peachmama
Ilustrasi anak. Kesehatan pencernaan anak harus menjadi perhatian orang tua. Pasalnya, kesehatan pencernaan anak memengaruhi tumbuh kembang anak dan perkembangan otak. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -Ketika terjadi gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, mulas, membuat orang tua atau muda, bahkan anak-anak uring-uringan.

Perut tidak nyaman akan mengganggu mood dan produktivitas. Begitu pula si kecil yang sedang mengalami gangguan pencernaan.

Bedanya, bila orang dewasa bisa melontarkan keluhan kondisi tubuh ke dokter dan cepat ditangani pengobatannya.

Sedangkan si kecil apalagi bayi belum bisa mengelukan rasa tidak nyaman di perutnya.

Orang tua pun terkadang tidak sengaja mengabaikan kesehatan pencernaan anak.

Padahal dalam jangka pendek maupun panjang bila tidak segera ditangani masalah pencernaan ini akan mengganggu tumbuh kembang si kecil.

Bahkan bila kondisi berat seperti diare bisa membahayakan nyawa anak.

Sementara dalam jangka panjang jika dianggap masalah ringan akan menyebabkan penyerapan nutrisi terganggu. Akibatnya, tumbuh kembang si kecil tidak optimal.

Apalagi pada masa periode emas hingga anak usia 2 tahun, masalah pencernaan anak ini jangan diabaikan.

Baca juga: Lima Cara Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan dan Usus Anda

Dokter Spesialis anak  sekaligus ahli gastro hepatologi DR dr Ariani Dewi Widodo SpA (K) mengatakan, pada periode emas (usia janin hingga usia 2 tahun atau 1000 hari kehidupan), anak mengalami pertumbuhan fisik dan otak pesat.

Penelitian menyebutkan, pertambahan tinggi badan usia  usia 0-12 bulan bisa mencapai 25 cm.

Sementara  2-3 tahun bisa 13 cm per tahun.  Sedangkan usia 4 tahun keatas hingga pubertas 5 cm tiap tahunnya.

Begitu pula otak. Hingga usia 2 tahun sudah terbentuk 80 persen kapasitas otak. Sampai balita terbentuk 95 persen, sisanya 5 persen terbentuk diatas usia tersebut.

Namun pada usia tersebut, sistem saluran pencernaan belum matang sehingga gangguan pencernaan kerap menghampiri si keci.

Alergi juga banyak muncul saat usia tersebut. Seiring bertambahnya usia dan kematangan saluran pencernaan, gangguan pencernaan semakin menurun. 

Kondisi tersebut harus membuat orang tua berjibaku agar si kecil bisa ‘hidup berdampingan’ dengan kurang matangnya  sistem pencernaan.

Tetapi juga mencegah  gangguan pencernaan yang mengganggu penyerapan nutrisi.

“Percuma saja kita memberikan makanan yang kaya nutrisi tapi tidak bisa diserap. Apalagi  masa periode emas."

"Pemenuhan nutrisi sangat penting untuk fisik dan kognitif,” kata  Ariani saat menjadi pembicara di live talk ‘Kenali jenis protein susu dan manfaatnya untuk anak’ belum lama ini.

Baca juga: Makan Kentang Bisa Menjaga Kesehatan Pencernaan, Ini 5 Manfaat Kesehatan dari Kentang

Kematangan sistem pencernaan pada tiap anak berbeda-beda, ada yang cepat ada yang butuh waktu.

Hal itu menjadi tantangan orang tua ketika sistem pencernaan anak butuh kematangan yang agak lama.

Sementara periode emas tidak bisa mundur mengikuti perkembangan sistem pencernaan.

Pencernaan yang baik akan membuat nutrisi terserap dengan baik  yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.  

Apalagi kesehatan pencernaan sangat berhubungan erat dengan otak.

Hubungan kesehatan pencernaan dan otak  dikenal dengan sebuatan Gut Brain Axis.

Persinyalan biokimia terjadi antara saluran pencernaan dan sistem saraf pusat.

Bila ada gangguan pencernaan akan memengaruhi perilaku,  proses belajar, dan mood anak.

Hubungan itu  juga bisa menjelaskan tentang tubuh yang mengalami stress,  bisa membuat mulas perut dan diare.

“Nutrisi baik, saluran pencernaan baik, anak lebih nyaman beraktivitas dan tumbuh kembang menjadi optimal,” kata Ariani lagi.

Baca juga: 5 Teh Ini Berkhasiat Meningkatkan Kesehatan Pencernaan Anda, Yuk Minum Teh Demi Kesehatan Tubuh!

Nutrisi untuk tumbuh kembang anak

Anak membutuhkan nutrisi yang terdiri makronutrien yakni karbohidrat, lemak, protein. Serta mikronutrien.

Seperti vitamin dan mineral diaantaranya vitamin C, vitamin D,  zink, zat besi, omega 3, dan omega 6.

Anak usia diatas 1 tahun sudah harus mengonsumsi makanan keluarga.

Artinya mereka sudah mencakup makanan seimbang hanya jumlahnya berbeda dengan orang dewasa.

Untuk melengkapi makanan  yang dikonsumsi, susu biasanya jadi pilihan.  Pasalnya susu mengandung zat  makronutrien dan mikronutrien.

“Setelah ASI sampai dua tahun, berikan susu sebagai tambahan untuk melengkapi nutrisi dari makanan."

"Tapi susu bukan pengganti makanan, anak-anak mengonsumsi susu dalam jumlah yang cukup,” ujar Ariani.

Menurut dia, anak bisa diberikan 2 gelas per hari atau maksimal 3 gelas. Kebiasaan minum susu menjadi kebiasaan hingga dewasa.  

Baca juga: 6 Cara Terbaik untuk Meningkatkan Kesehatan Pencernaan Anda Secara Alami

Mengenal protein susu Beta casein A2

Walaupun semua susu terlihat sama, namun susu  memiliki kandungan protein berbeda-beda.

Protein susu terdiri 2 jenis, whey dan casein.

Kebanyakan susu terdiri 80 persen casein. Dari casein terbagi menjadi salah satunya beta casein. Beta casein ini terbagi menjadi beta casein A1 dan A2.

Beberapa penelitian menunjukkan, protein beta casein A2 didapat dari sapi-sapi khusus sehingga menghasilkan susu yang lebih berkualitas.

Protein beta casein A2 ini lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan dan mencegah gangguan pencernaan ringan.

Dokter Ariani menyarankan, memilih produk sesuai dengan kebutuhan anak.

Misalnya jika mencari susu anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan, agar mendapatkan manfaat lebih maksimal.  

Sebaiknya perhatikan kandungan tambahan yang terdapat dalam suatu produk.

Misalnya  pilih susu yang dilengkapi kandungan seperti DHA, kolin atau  omega 3 dan omega 6 untuk mendukung perkembangan otak anak.

Namun respon anak terhadap susu bisa berbeda-beda. 

Pasalnya, sistem pencernaan belum matang. Bisa menyebabkan alergi dan intoleransi laktosa.

Seiring bertambahnya usia dan sistem pencernaan yang sudah matang, masalah alergi dan intoleransi laktosa semakin menurun.

Hanya sedikit alergi dan intoleransi laktosa terbawa hingga dewasa.

Sekitar 70 persen anak yang sudah mencapai usia 1 tahun sudah tidak alergi lagi.

Sekitar 90 persen hilang pada usia 3 tahun ketika saluran cernanya mulai matang. Sisanya bisa menetap hingga dewasa.

Selain susu bubuk, UHT,  beta casein A2 juta banyak terdapat di yogurt. 

 Untuk lebih jelasnya,  orang tua sangat disarankan melihat tabel kandungan yang tertera di setiap  makanan dan minuman.  

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved