Berita Nasional
Doni Monardo Ingatkan Artis di Acara Televisi yang Pakai Face Shield Cuma Buat Tunjang Penampilan
Doni berharap, stasiun televisi dapat memberikan contoh yang baik dan benar dalam menerapkan protokol kesehatan
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 belum mereda di Indonesia. Maka dari itu, semua pihak
wajib disiplin menerapkan protokol kesehatan , tak terkecuali di dalam siaran televisi maupun media
penyiaran lainnya.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta kepada seluruh media,
terutama lembaga penyiaran atau stasiun televisi untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara
ketat dan benar.
Pernyataan ini buntut dari ramainya pembicaraan di media sosial tentang sejumlah acara di televisi dimana ada pengisi acara yang dianggap hanya mementingkan gaya ketimbang menaati protokol kesehatan.
Ia berharap, stasiun televisi dapat memberikan contoh yang baik dan benar dalam menerapkan protokol
kesehatan melalui program tayangan televisi yang mereka siarkan.
Baca juga: Saat Disuntik Vaksin Covid-19 Tidak Sakit, Dua Jam Kemudian Presiden Jokowi Mulai Merasakan Sesuatu
“Saya pikir semuanya sudah menyadari dan paham, tapi saya cuma ingin minta satu hal, apa yang dilihat
oleh masyarakat kita itulah yang diharapkan untuk diberikan contoh,” ujar Doni saat konferensi pers
virtual Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan pada Lembaga Penyiaran, Rabu (13/1/2021).
Doni juga meminta untuk mengubah penampilan para artis atau siapapun yang terlibat dalam suatu
produksi tayangan televisi dengan penerapan protokol kesehatan yang tepat.
“Inilah yang kami harapkan, saya nggak minta lama-lama kok paling nggak dua sampai tiga minggu saja,
kita rubah total penampilan kita di televisi. Terutama acara variety show yang melibatkan artis idola
masyarakat. Karena masyarakat Indonesia 95 persen itu suka menonton dan meniru, jadi apa yang
ditayangkan di televisi ya ditiru,” sebutnya.
Baca juga: Waduh, Sejumlah Nakes RSU Kota Tangsel Belum Tercatat sebagai Peserta Vaksinasi Covid-19
Ubah penampilan di televisi
Ia menambahkan, berdasarkan riset bahwa 63 persen keberhasilan sosialisasi dalam penanganan Covid-
19 ada di media.
Jika sosialisasi yang kita terapkan belum berhasil, menurut Doni, media juga harus
bertanggung jawab.
“Jadi apa yang ditayangkan oleh stasiun televisi dan disaksikan masyarakat, itulah yang masyarakat tahu.
Masyarakat tidak tahu apakah (para pengisi acara) sudah tes swab antigen, apakah negatif Covid-19
dengan test PCR, yang mereka tahu adalah jaraknya dekat-dekat, nggak pakai masker, adapun pakai face
shield diangkat ke belakang,” jelasnya.
Baca juga: Ernest Prakasa Dukung Raffi Ahmad yang Jadi Gunjingan setelah Masuk Kloter Pertama Penerima Vaksin
Prokes tidak boleh dijadikan barang mainan
Doni juga menegaskan, bahwa protokol kesehatan tidak boleh dijadikan ‘barang mainan’ ataupun dibuat
bahan bercandaan. Lakukan penerapan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak)
dengan benar
“Prokes jangan dibuat bercanda, jangan dibuat mainan, pakai masker tapi dipelorotin. Mari kita berlatih
pakai masker yang benar,” ujarnya.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) Prof dr
Meiwita Paulina Budiharsana, MPA, PhD mengatakan bahwa ada baiknya lembaga penyiaran selalu
memberikan informasi kepada masyarakat bahwa pihaknya telah melakukan tes Covid-19 pada setiap
program tayangan televisi.
Baca juga: John Kei Sampaikan Satu Pesan Penting kepada Puluhan Kuasa Hukumnya sebelum Jalani Sidang
“Ini perlu diperkuat setiap kali, karena tujuan promotion bukan hanya yang ada disitu, tapi kita
mentransfer skill untuk perlindungan diri kepada pemirsa,” ujarnya.
Menurut Meiwita, dari penerapan prokes yakni 3M, menjaga jarak adalah hal yang paling penting.
Namun, justru hal tersebut yang paling banyak dilanggar oleh stasiun televisi.
Ia pun menyarankan agar memberikan tanda dilokasi acara televisi untuk penerapan menjaga jarak.
“Mungkin salah satu caranya dengan memberikan tanda ‘x’ dilantai, jika ada artis yang melewati tanda
tersebut bisa terlihat dan langsung di evaluasi atau diberi tindakan. Sekarang ini saya belum melihat ada
tanda dilantai untuk menjaga jarak 1,5 meter.
Baca juga: Angga Dwimas Sasongko Ingatkan Denny Siregar Tak Asal Tuduh dan Menyesatkan Publik soal Film Nussa
Hal ini untuk memastikan para talent berdiri ditempat
yang seharusnya dan menjaga jarak. Karena menjaga jarak bisa menurunkan resiko penularan 85
persen,” ungkapnya.
Melly Goeslaw jadi gunjingan
Diberitakan sebelumnya, Musisi Melly Goeslaw menjadi sorotan saat mendapatkan kritik dari dokter Tirta.
Melly pun merasa masih baik-baik saja meski kerap memakai face shield tanpa dilengkapi masker setiap syuting di televisi.
Melly Goeslaw adalah salah satu artis yang disindir tidak memperhatikan protokol kesehatan saat sedang syuting di televisi.
Hits maker Indonesia itu bahkan sering memamerkan face shield nyentrik tanpa masker di akun media sosialnya.
"Sampai saat ini alhamdulillah aman, swab PCR saya dan team seluruhnya di tanggung Indosiar. Insya Allah semua selalu dilindungi," tulis Melyly Goeslaw di akun Instagram, Minggu (10/1/2021).
"Sampai saat ini saya masih percaya kepada qodarullah," lanjutnya.
Melly Goeslaw bahkan menyampaikan permohonan maafnya apabila ada yang tidak berkenan dengan face shield yang sering dipakainya saat syuting di televisi.
Baca juga: Ciptakan Lebih 500 Lagu Hits, Melly Goeslaw Raih Lifetime Achievement Award di AMI Awards 2020
Baca juga: Anak Eko Patrio dan Viona Rosalina Pilih Bernyanyi, Dapat Lagu Cuma-cuma dari Melly Goeslaw
"Apa yang dipakai di muka, apapun itu namanya, adalah sesuatu yang terlalu keren sehingga mengundang perhatian beberapa pihak," tulis Melly Goeslaw.
"Kebetulan salah satu masalah saya dari dulu adalah susah banget untuk jadi gak keren.hahay," tulis Melly Goeslaw.
Sebelumnya, dokter Tirta tetap nyantai meski dianggap menantang hingga seolah ingin mengajak ribut orang lain saat mengingatkan soal face shield.
Sambil mengunggah foto potongan berita tentang artis pakai masker tanpa face shield adalah langkah berbahaya ditengah pandemi Covid-19, dokter Tirta ingin memberikan edukasi tentang masker.
Menurut dokter Tirta, masker lebih aman dipakai daripada face shield seperti yang sering terlihat dipakai para artis di televisi.
Baca juga: Artis Syuting Pakai Face Shield di Televisi, Dokter Tirta: Nggak Terima Dikritik Malah Ngegas Balik
Baca juga: Dokter Tirta Dapat Undangan Suntik Vaksin Covid-19 dari Dinas Kesehatan Sleman, Kapan Dilakukan?
"Mau ngingetin, malah dikira ngajak ribut. Yaudah deh. Siap salah aja. Apapun yg dilakukan nakes, selalu salah, rata2 yang ga terima di kritik malah ngegas balik. Yowis ikhlas," tulis dokter Tirta.
Soal face shield, dokter Tirta sudah mengingatkan ke banyak orang sejak Juli sampai September 2020, termasuk melakukan sosialisasi bersama Deddy Corbuzier.
Dokter Tirta bahkan sering menjelaskan edukasi soal face shield dari Ikatan Dokter Indonesia, Satgas Covid19 dan BNPB, serta dokter Tompi.
"Susah edukasi di Indonesia. Edukasi dituduh 'berisik', 'menyerang', padahal di caption tertulis jelas dan saya sudah koordinasi dengan banyak tokoh," tulis dokter Tirta.
Saat melakukan edukasi pemakaian masker, dokter Tirta pernah diludahi di pom bensin.
Ketika memberikan edukasi penggunaan masker di jalan, dokter Tirta justru ditantang berkelahi.
Baca juga: Sempat Dipergoki dokter Tirta, Tiga Mahasiswa Penjual Surat Hasil Swab PCR Palsu Dibekuk Polisi
Baca juga: Cerita Haru Sidang Pledoi Kasus Jerinx, Cium Kaki Ibunda Hingga Dukungan Dokter Tirta Mandira Hudhi
Begitu edukasi dilakukan melalui media sosial, dokter Tirta dikira mengajak ribut warganet.
"Saya sudah curhat kasus ini ke kepala @bnpb_indonesia Doni Monardo, dan dia mendukung langkah edukasi saya karena pandemi di Indonesia dah tahap kritis," tulisnya.
"Saya ga pernah ngajak perang. Tapi saya edukasi selalu ada dasar. Apakah saya emosi? Baper? Engga. hehe. Uda resiko. Diludahi aja pernah kok. Slow," tulis dokter Tirta.
Saat bersamaan, dokter Tompi memberikan dukungan kepada dokter Tirta.
"Sabar, tugas kita hanya mengingatkan," ujar Tompi di kolom komentar dokter Tirta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/doni-monardo-saat-konferensi-pers-virtual-evaluasi-penerapan-protokol-kesehatan-lembaga-penyiaran.jpg)