Virus Corona

Ada Temuan Ini, Menkes Minta Dirut Rumah Sakit Tambah Ruang Rawat Pasien Covid-19 Hingga 40 Persen

Pemerintah terus berupaya menambah jumlah tempat tidur atau ruang perawatan untuk pasien Covid-19.

Editor: Yaspen Martinus
setkab.go.id/Humas/Rahmat
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya menambah jumlah tempat tidur atau ruang perawatan untuk pasien Covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penambahan jumlah tempat tidur merupakan cara paling cepat untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat libur panjang.

"Ini cara yang paling cepat untuk menambah jumlah kamar, mengantisipasi puluhan ribu pasien baru yang akan masuk," kata Menkes di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Komisi III DPR Bilang Tak Mungkin Usulan Calon Kapolri Dipaketkan dengan Wakapolri, Ini Alasannya

Budi memohon kepada para direktur utama rumah sakit untuk menambah alokasi ruang perawatan Covid-19, dari yang sebelumnya 10 persen menjadi 30 atau 40 persen.

"Saya minta tolong semua dirut rumah sakit, semua pemilik rumah sakit tolong konversikan BED-nya, yang tadinya bukan untuk Covid-19 menjadi Covid-19."

"Yang tadinya cuma 10 persen jadi 30 persen atau 40 persen secara temporer saja."

Baca juga: Larangan WNA Masuk Indonesia Diperpanjang Hingga 28 Januari 2021, Operasi Yustisi Digencarkan Lagi

"Sambil kita bisa menghadapi lonjakan yang membutuhkan puluhan ribu bed baru."

"Itu yang pertama terkait dengan menghadapi nataru ini," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta pihak rumah sakit mengalokasikan ruang dan tempat perawatan Covid-19 lebih besar.

Baca juga: Rekening Munarman Ikut Diblokir, Mantan Sekum FPI Mengaku untuk Tampung Biaya Pengobatan Ibunya

Karena menurut Budi, ada temuan tingkat keterisian atau bed occupancy ratio (BOR) RS rendah, namun ternyata untuk penanganan Covid-19 penuh.

"Banyak rumah sakit yang kami lihat BOR-nya masih rendah, tapi sudah penuh dan pasien Covid-19 tidak masuk."

"Kenapa? karena contohnya rumah sakit punya 100 kamar, 100 tempat tidur yang dialokasikan buat pasien Covid-19 hanya 10."

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 11 Januari 2021: Pasien Positif Tambah 8.692 Jadi 836.718 Orang

"Jadi otomatis dia masih kosong BOR-nya."

"Tetapi kalau Covid-19 masuk tidak bisa, karena tempatnya cuma 10," beber Budi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (11/1/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved