Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona

Ini Perbedaan Bansos Covid-19 di Era Mensos Tri Rismaharini dan Juliari P Batubara

Penyaluran bantuan sosial masih tetap dilanjutkan dengan bekerja sama Pemerintah Pusat untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19.

Tayang:
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi -- perbedaan bansos di era Menteri Risma dan Juliari Foto : Penyaluran bantuan sosial (bansos) dampak Covid-19 masih terus dilakukan, termasuk di Kota Tangerang. 

3. BST tidak dapat dibesikan ke penerima bantuan program keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Bansos Kemensos 2020 (Juliari Batubara)  

Sebelumnya pada tahun 2020 Kementerian Sosial menyebut bansos senilai Rp600.000 untuk warga terdampak Covid-19 berbeda dengan bansos sembako (bahan kebutuhan pokok).

Sejauh ini, Kemensos fokus pada penyaluran bansos sembako kepada warga terdampak Covid-19 di DKI Jakarta.

(Mantan) Mensos Juliari P. Batubara mengatakan bahwa informasi terkait  bansos senilai Rp 600.000 yang beredar di tengah masyarakat, bukan bansos sembilan bahan pokok (sembako) yang kini sedang dalam proses penyaluran oleh Kemensos.

"Bantuan Sembako disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan menahan keinginan masyarakat agar tidak mudik. Bantuan Sembako ini bukan bantuan bernilai Rp600.000 sebagaimana informasi yang mungkin disalahpahami masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2020).

Distribusi Paket bantuan sosial (Bansos) yang berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PD Pasar Jaya untuk warga Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara
Distribusi Paket bantuan sosial (Bansos) yang berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PD Pasar Jaya untuk warga Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara (istimewa)

Juliari menjelaskan perbedaan itu karena saat ini banyak beredar informasi yang salah di masyarakat.

Sebagian masyarakat mempertanyakan realisasi bansos senilai Rp600.000 per bulan untuk warga terdampak Covid-19.

Dia menuturkan Kemensos saat ini sedang fokus menyalurkan bansos sembako yang merupakan bansos baru.

Selain itu, Kemensos juga sudah meningkatkan indeks bantuan dan memperluas jangkauan penerima bantuan pada bansos reguler yakni PKH (Program Keluarga Harapan) dan Program Sembako.

Adapun, bansos sembako berisi paket sembako dan makanan siap saji untuk pekerja informal di DKI Jakarta yang terdampak Covid-19.

Penerima bansos sembako didasarkan atas data dari Pemprov DKI Jakarta yakni 3,7 juta jiwa.

Kemensos menyalurkan bansos sembako untuk 2,6 juta jiwa, sementara 1,1 juta sudah ditanggulangi dari APBD DKI Jakarta.

Baca juga: Juliari Batubara Terlibat Kasus Korupsi Bansos Covid-19, KPK Diminta Periksa Ketum dan Sekjen PDIP

Baca juga: Juliari Batubara Tunjuk Langsung Rekanan Penyedia Sembako Bansos, Ternyata Memang Dibolehkan

“Untuk mendukung penyaluran bansos sembako, Kemensos mendirikan Posko Bansos di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama, Kalibata, Jakarta. Bansos Sembako didistribusikan sejak Selasa, 7 April 2020, sampai 19 April 2020, dengan volume sebesar Rp300.000 paket,” tambahnya.

Juliari menambahkan dalam mekanisme distribusinya, Kemenos tidak menyalurkan bansos sembako secara langsung.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved