Berita Kesehatan
Dokter Dian Kristiani: Kemasan Plastik BPA Sangat Berbahaya Bagi Bayi
Plastik BPA berbahaya bagi bayi karena terbukti dapat memengaruhi berat badan lahir, perkembangan hormonal, perilaku dan resiko kanker
Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Belakangan ini, plastik kemasan yang mengandung BPA menjadi sorotan para peneliti.
BPA adalah adanya senyawa lain yang berfungsi menghasilkan plastik polikarbonat yang kuat dan tangguh dan mengandung racun.
Partikel plastik BPA bisa menimbulkan gangguan kesehatan,berbahaya bagi bayi dan balita, bahkan bisa berpotensi memicu penyakit kanker, plastik BPA disarankan tidak lagi dipakai untuk kemasan plastik minuman dan makanan, apalagi kemasannya digunakan dalam keadaan panas dan dipakai berulang kali.
Sementara itu, dr Dian Kristiani, Direktur Klinik Dian Perdana Medika, mengingatkan tentang bahaya Bisphenol A yang terkandung di dalam plastik.
Baca juga: Peduli Lingkungan, Pemprov DKI Sudah Terapkan Bebas Kantong Plastik Sekali Pakai Sejak Juli 2020
“Plastik BPA berbahaya bagi bayi karena terbukti dapat memengaruhi berat badan lahir, perkembangan hormonal, perilaku dan resiko kanker di kemudian hari. Sementara itu, penggunaan plastik BPA juga dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan berikut : sindrom ovarium polikistik (PCOS) persalinana prematur,” tutur dr. Dian Kristiani saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Akan tetapi, menurut dr Dian Kristiani, ketergantungan manusia kepada plastik sangat tinggi.
Maka dari itu harus pandai-pandai memilih plastik yang aman bagi kesehatan.
Begitu juga memilih makanan atau minuman, pilihlah yang sudah menggunakan plastik yang aman.
Tidak mengandung BPA.
Baca juga: Penggunaan Galon Sekali Pakai Dianggap Lebih Menguntungkan
“Bahan BPA merupakan bahan yang telah lama digunakan untuk mengeraskan plastik, termasuk botol minuman dan kotak tempat makanan yang dapat dipakai ulang. Bahan ini juga umumnya terdapat pada kaleng susu formula untuk mencegah karat, botol susu bayi, dan beberap perlengkapan balita,” tandas dr Dian Kristiani.
"Yang lebih bahaya lagi, kalau yang kita konsumsi sehari - hari, yaitu di galon kemasan isi ulang yang bahan galon-nya mengandung BPA," pesan dokter Dian.
Sebagai contoh jika seorang Ibu mempersiapkan susu formula untuk bayinya, untuk botol susunya sudah free BPA, kemasan susu formulanya juga sudah free BPA.
Namun, apabila susu tersebut diseduh dengan menggunakan air yang keluar dari mesin dispenser galon isi ulang terbuat dari Polikarbonat yang mempunyai kandungan BPA, sangat disayangkan jika air yang keluar diduga tercemar BPA yang luruh dalam air dan tercampur dalam susu yang hendak dikonsumsi bayi dalam jangka panjang, tentu saja hal ini akan mempengaruhi kesehatan bayi, karena usia Balita sangat rentan terhadap efek dari BPA.
Baca juga: Musim Hujan, Ini Makanan yang Harus Dihindari Atlet untuk Jaga Kebugaran Versi Dokter Septi Mandala
Lebih jauh menurut Iwan Nefawan, Ahli Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan mengatakan, Plastik BPA itu Bisphenol A adalah zat tambahan kimia untuk pembuatan kemasan plastik berbahan PVC (kode3) dan PC (kode 7).
“Hal itu bisa menimbulkan dampak kesehatan kalau dalam dosis rendah, salah satunya akan mneimbulkan perubahan permanen dalam organ kemaluan, meningkatkan kadar prostate, menurunkan hormon testoteron. Artinya kurang kuat untuk mendapatkan keturunan. Dia juga bisa menyebabkan kanker, terutama kanker payudara. Terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, manula dan ibu hamil,” ungkap Iwan Nefawan pada Selasa (1/12/2020) lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dr-dian-kristiani.jpg)