Pilkada Solo

Prediksi Gibran-Teguh Menang Diatas 60 Persen, Hasil Hitung Cepat Sementara Menang Diatas 80 Persen

Diprediksi bakal menang telak di atas 60 persen, hasil hitung cepat 2 lembaga survei malah menunjukkan pasangan Gibran-Teguh menang di atas 80 persen.

TribunSolo.com/Adi Surya
Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ditemani istrinya, Selvi Ananda, tiba di TPS 22 di Kampung Tirtoyoso, Jalan Kasuari Nomor 3 RT 5 RW 13, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (9/12/2020). Hasil hitung semantara Gibran-Teguh menang di atas 80 persen 

WARTAKOTALIVE.COM, SOLO -- Diprediksi bakal menang telak di atas 60 persen, hasil hitung cepat 2 lembaga survei malah menunjukkan pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa menang di atas 80 persen.

Hasil hitung cepat atau quick count sementara dari Charta Politika pada Rabu (9/12/2020) hingga 14.55 WIB untuk Pilkada Solo 2020 menunjukkan pasangan calon nomor urut 1, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa, menang telak.

Poster debat Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan Bagyo Wahyono.
Poster debat Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan Bagyo Wahyono. (Instagram/kpusurakarta)

Sementara Gibran dan Teguh mendapat 87,40 persen suara. Sedangkan calon nomor urut 2, Bagyo Wahyono-FX Supardjo, mendapat 12,60 persen suara.

Baca juga: Gibran dan Selvi Ananda Ditemani Kaesang Nyoblos di TPS 22 Manahan Solo

Baca juga: Gibran Ditelepon dan Dapat Pesan dari Jokowi Sehari Jelang Pilkada, Isinya Bakal Diungkap Sore Nanti

Sementara suara yang masuk baru 57.50 persen.

Sementara itu Hasil hitung cepat atau quick count sementara dari Voxpol Center pada Rabu (9/12/2020) hingga 14.07 WIB untuk Pilkada Solo 2020 menunjukkan pasangan calon nomor urut 1, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa, unggul.

Gibran dan Teguh mendapat 87,27 persen suara, sedangkan calon nomor urut 2, Bagyo Wahyono-FX Supardjo, mendapat 12,72 persen.

Baca juga: Amanda Manopo Dimarahi hingga Dibentak Billy Syahputra Saat Merayakan Ulang-tahun, Ada Masalah Apa?

Hitung cepat ini ditayangkan langsung oleh Kompas TV.

Hasil quick count ini bukan hasil resmi. KPU nantinya akan melakukan rekapitulasi secara berjenjang untuk menetapkan pemenang Pilkada Solo 2020.

Pilkada Solo 2020 diikuti dua pasangan calon yaitu Gibran-Teguh dan Bagyo-FX Supardjo.

Gibran Teguh diusung PDI-P, PAN, Partai Golkar, Gerindra, dan PSI. Sedangkan Bagyo-FX Supardjo maju lewat jalur perseorangan. Mereka didukung organisasi kemasyarakatan Tikus Pithi Hanata Baris.

Baca juga: Bobby Nasution-Aulia Rachman Unggul Sementara Versi Hitung Cepat 3 Lembaga Survei, Ini Datanya

Diprediksi Menang Telak

Sebelumnya Prospek Research Center merilis survei terbaru menjelang sehari coblosan Pilkada Solo 9 Desember 2020, Selasa (8/12/2020).

Tak hanya memotret prediksi kemenangan paslon baik Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa melawan Bagyo wahyono-FX Supardjo, tetapi lembaga ini memotret perilaku lain.

Yakni mengambil tema : Perilaku Pemilih Abstain Dalam Pusaran Pilkada di Masa Pandemi Covid-19, Antara Hak Konstitusional dan Partisipasi Politik.

Baca juga: Partai Bulan Bintang Pimpinan Yusril Ihza Mahendra Menambah Daftar Panjang Pendukung Gibran

Direktur Program Prospek Research Center, Nunik Nurhayati menyebut, banyak responden memilih untuk tidak berpartisipasi pada proses Pilkada 2020.

Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka (dokpri)

Hasilnya, yang setuju wacana abstain adalah 30 persen responden dan sangat setuju sekali 3,1 persen sehingga jika ditotal berjumlah 33,1 persen.

"Dari hasil survei setidaknya responden yang memilih untuk abstain di Pilkada ada 33,1 persen," kata Nunik dalam konferensi zoom Rilis Hasil Survei Pilkada Kota Surakarta Tahun 2020.

Baca juga: Hasil Survei Terbaru, Elektabilitas Bobby Nasution-Aulia 41,8 Persen, Akhyar-Salman 36,3 Persen

Dia melanjutkan, adapun warga yang menyatakan akan ikut berpartisipasi dalam Pilkada adalah sebesar 49,9 persen. 

"Jumlahnya cukup kecil dan tidak sampai 50 persen dari warga Kota Solo yang ikut pada Pilkada besok," ujarnya memaparkan.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa abstain merupakan hak dari warga negara yang dilindungi dan tidak melanggar konstitusi. 

"Selama tidak mempengaruhi orang lain untuk golput atau abstain, itu sah saja," terangnya.

Baca juga: Dibagi 7 Paket, Pengerjaan Normalisasi Kali Bekasi Bakal Digarap Bertahap

Meskipun tidak dilarang secara hukum, Nunik mengimbau agar masyarakat ikut aktif dalam Pilkada dan ikut berperan sebagai pengawas pilar demokrasi yang dimulai sejak proses pemilihan.

"Kalau kita abai dalam proses demokrasi, itu sangat berbahaya bagi konstitusi pemerintahan ke depan," ujarnya.

Adapun sebab abstain menurut Nunik, karena calon wali kota kurang pengalaman dalam pemerintahan, karena pandemi Covid-19 dan isu politik dinasti.

"49 persen kurang pengalaman pemerintahan, pandemi 42 persen dan politik dinasti 35 persen," aku dia.

Baca juga: Kisah Dua Malaikat Tak Bersayap dari Depok di SSB Bimpor, Jakarta Barat

Selain itu, dalam survei ini menyebut Gibran-Teguh diprediksi bakal menang 62 persen, sementara Bagyo-FX Supardjo 3,25 persen, tidak memilih (abstain) 18,75 persen dan belum tahu 16 persen.

"Apabila pilihan abstain dan belum tahu pada akhirnya tidak menentukan pilihan, kemudian, suara sah hanya dihitung dari responden yang memilih pasangan calon maka perolehan Gibran-Prakoso diperkirakan sebesar 95 persen dan Bajo sebesar 5 persen," aku dia.

Baca juga: Hanya Kaesang Pangarep yang Tercatat DPT di Pilkada Solo, Bakal Temani Gibran Mencoblos 9 Desember?

Survei Prospek Research Center tersebut dilakukan sejak 1 November hingga 15 November 2020.

Baca juga: Fadli Zon: Keluarga Pengikut FPI yang Tewas Ditembak Polisi Tolak Jenazah Diotopsi di RS Polri

Jumlah responden yang menjadi sampel adalah 400 orang yang sudah memilki hak pilih dengan pengambilan sampel acak bertingkat dan bertahap melalui sampel berbasis DPT Pemilu 2019.

Adapun tingkat kepercayaannya yakni 95 persen dan margin of error sebesar 5 persen.

PKS Putuskan Abstain

DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo putuskan tetap abstain dalam kontestasi Pilkada Solo 2020 menjelang pencoblosan.

Ya, kendati kurang dari 5 hari pencoblosan, PKS Solo pastikan memilih tak merapat di antara kedua paslon, baik calon PDIP Gibran-Teguh maupun calon independen Bagyo-FX Supardjo.

Hal itu disampaikan Ketua DPD PKS Solo Abdul Ghofar Ismail bersama Wakil Ketua sekaligus SC survei internal Asih Sunjoto Putro di kantor DPD PKS Solo yang berada di Jalan Slamet Riyadi Nomor 534B, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jumat (4/12/2020).

Ghofar menyebut, keputusan itu diambil setelah berunding dengan kader maupun simpatisannya.

Tak hanya berembug, Ghofar menambahkan sikap tersebut sudah dipikir matang-matang dan telah melakukan survei di Kota Solo dalam beberapa bulan ini.

Baca juga: Ringankan Beban, YIIM Salurkan Sembako hingga Modal Usaha Kepada Warga Terdampak Covid-19

"Berdasarkan survei yang kita lakukan, kita memilih untuk abstain dalam Pilkada Solo 2020," kata dia menegaskan.

Lebih lanjut dia membeberkan, dari survei itu sebanyak 54 persen kader dan simpatisan PKS memilih abstain dalam kontestasi Pilkada Solo 2020.

Lalu sebanyak 22 persen belum menentukan pilihan dan 22 persen responden memilih di antara kedua paslon, yakni Gibran-Teguh maupun Bajo.

Nantinya, sikap abstain PKS Solo merekomendasikan pada kadernya untuk memilih beberapa opsi.

Di antaranya, tidak datang ke TPS atau datang tetapi tidak mencoblos surat suara.

"Kita merasakan adanya demokrasi yang terbajak, hasil survei masyarakat menangkap itu," tutup Gofar. 

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bikin Pengangguran di Kabupaten Bogor Naik 9 Persen, Laju Pertumbuhan Juga Naik

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hasil Sementara Hitung Cepat Charta Politika Pilkada Solo, Gibran-Teguh Unggul",

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved