Virus Corona

Juru Bicara Satgas Wiku Adisasmito: Makin ke Sini Kasus Covid-19 Naiknya Semakin Menggila

Menurut Wiku, ada dua faktor yang menyebabkan kasus Covid-19 pada hari itu melampaui rekor baru di Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Kamis (19/11/2020). 

Jumlah ini menjadi rekor tertinggi sejak Covid-19 masuk Indonesia pada 2 Maret 2020.

Baca juga: Bertahan Hidup di Hutan dan Gunung, Kelompok Teroris Ali Kalora Cs Kerap Rampas Makanan Warga

Penambahan tertinggi harian kemarin berasal dari Papua, sebanyak 1.755 kasus, dan menambah jumlah kumulatifnya menjadi 11.879 kasus.

Juga, Jawa Barat yang menambah 1.648 kasus dan kumulatifnya menjadi 55.807 kasus.

Terkait tingginya penambahan kasus pada dua provinsi tersebut, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menerangkan, hal ini terkait upaya pemerintah meningkatkan interoperabilitas data Covid-19.

Baca juga: Bubarkan 10 Lembaga Non Struktural, Negara Hemat Anggaran Rp 200 Miliar Lebih, yang Lain Menyusul

Sistem yang selama ini digunakan untuk data Covid-19 di Kementerian Kesehatan, tengah dioptimalisasi untuk mensinkronkan data pusat-daerah.

"Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada hari ini terdapat penambahan kasus yang sangat signifikan, yaitu sebesar 8.369 kasus."

"Angka yang sangat tinggi ini salah satunya disebabkan karena sistem yang belum optimal," ujar Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Rizieq Shihab Minta Maaf, Penyidikan Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan Tetap Berjalan

Sebagai contoh, perbedaan data terdapat di beberapa provinsi, seperti di Papua.

Papua kemarin melaporkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.755 kasus.

Yang mana jumlah itu merupakan akumulasi penambahan kasus positif sejak 19 November hingga 3 Desember 2020.

Baca juga: 43 Warga Kabupaten Bogor Jadi Pasien Baru Covid-19, Ada Bayi Umur 6 Bulan, 27 Orang di Cibinong

"Kepada pemerintah daerah yang masih memiliki perbedaan data, kami imbau untuk melakukan konsolidasi data secara langsung dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesegera mungkin," imbuh Wiku.

Wiku juga menyampaikan perkembangan data perkembangan penanganan Covid-19 secara nasional per 3 Desember.

Jumlah kasus aktif berada di angka 77.696 kasus atau 13,9%.

Baca juga: PROFIL Singkat Calon Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma, Jabat Kadis Dukcapil Lewat Lelang Jabatan

Angka ini masih lebih rendah dari rata-rata dunia sebesar 28,36%.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved