73 Persen Masyarakat Memilih tidak Mudik Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Menurut Survei Kemenhub

Dalam paparannya Dirjen Budi menjelaskan, hanya sedikit persentase pergerakan orang untuk bepergian pada masa libur akhir tahun ini.

Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Para wisatawan memanfaatkan libur Natal dan Tahun Baru 2019 dengan mengunjungi berbagai obyek wisata, di antaranya ke Gunung Bromo, Jawa Timur. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 73 persen masyarakat Indonesia memilih tidak mudik pada masa libur akhir tahun dalam rangka Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (nataru).

Data tersebut menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Litbang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan, penurunan jumlah pemudik terjadi disebabkan oleh kesadaran masyarakat untuk tidak mudik di masa pandemi untuk menekan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Viral Video Detik-detik Sopir Ojol Lawan 4 Begal Motor Bercelurit hingga Bikin Kabur Kocar-kacir

Baca juga: Diperingati Setiap 1 Desember, ini Arti Pita Merah di Hari AIDS Sedunia

Baca juga: Pemilik Distro Ditangkap karena Lecehkan 16 Gadis saat Mencoba Pakaian di Tokonya 

“Berdasarkan dari hasil survei yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub diprediksi sebanyak 73 persen masyarakat memilih tidak mudik, sedangkan sebanyak 27 persen tetap melakukan perjalanan,” kata Dirjen Budi saat menggelar konferensi pers secara online pada Jumat (4/12/2020).

Dalam paparannya Dirjen Budi menjelaskan, hanya sedikit persentase pergerakan orang untuk bepergian pada masa libur akhir tahun ini.

Namun pihaknya tetap mempersiapkan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mengantisipasi adanya lonjakan pemudik.

Mayoritas asal calon pemudik dalam survey tersebut berasal dari Jabodetabek (31%) dan akan melakukan perjalanan Jawa Tengah (20%), Jawa Timur (13%), dan Jawa Barat (10%).

“Kami (Kemenhub) telah berkoordinasi dengan pihak terkait baik Kepolisian maupun Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT). Adapun nantinya akan ada pembatasan operasional angkutan barang arah keluar Jabodetabek," katanya.

"Akan diberlakukan pada masa arus mudik I tanggal 23 Desember 2020 pukul 00.00 WIB sampai 24 Desember 2020 pukul 24.00 WIB dan pada masa arus mudik II pada tanggal 30 Desember 2020 pukul 00.00 WIB sampai 31 Desember 2020 pukul 24.00 WIB,” tambahnya.

Sementara itu, untuk pembatasan operasional angkutan barang arah masuk Jabodetabek pada masa arus balik I pada tanggal 27 Desember 2020 pukul 00.00 WIB hingga 28 Desember 2020 pukul 08.00 WIB.

Lalu pada masa arus balik II pada tanggal 2 Januari 2021 pukul 12.00 WIB hingga 4 Januari 2021 pukul 08.00 WIB.

“Pembatasan ini hanya berlaku pada jalan tol Jakarta-Cikampek-Palimanan,” tutur Dirjen Budi.

Dirjen Budi menambahkan, dari hasil rapat koordinasi bersama pihak terkait dengan kesiapan Pemerintah menjelang Nataru 2020/2021, Pemerintah fokus terhadap beberapa hal yakni:

1. Peningkatan pengawasan operasional travel gelap;

2. Peningkatan pengamanan ruas jalan dan rest area di tol Trans Sumatera;

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved