Senin, 20 April 2026

Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Edhy Prabowo Terima Suap Rp 3,4 M dan 100 Ribu Dolar AS untuk ke Honolulu dan Beli Jam Rolex

Terungkap Menteri KKP Edhy Prabowo menerima uang suap Rp 3,4 miliar dan 100 ribu dolar AS untuk izin ekspor benih lobster

Tribunnews/Rismawan
Edy Prabowo terima uang suap dari ekspor benih lobster dan dipakai untuk jalan-jalan ke Ameria Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Terungkap Menteri KKP Edhy Prabowo menerima uang suap Rp 3,4 miliar dan 100 ribu dolar AS dari kasus dugaan korupsi terkait izin benih lobster atau benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan Edhy Prabowo berbelanja barang-barang mewah saat pergi ke Honolulu, Hawaii bersama sang istri, Iis Rosita Dewi.

Hal ini diungkap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango.

Dilansir Tribunnews, berdasarkan catatan KPK, Edhy dan istrinya pergi ke Honolulu pada 21 sampai 23 November 2020.

Baca juga: Sempat Sita ATM, Tas Hermes Hingga Jam Tangan Mewah, KPK Lepas Istri Edhy Prabowo, Juga 2 Dirjen KKP

Dalam kesempatan itu, Edhy menghabiskan Rp 750 juta untuk berbelanja barang mewah.

Seperti tas Louis Vuiton dan Tumi, baju Old Navy, serta jam tangan Rolex.

Diketahui, uang suap yang diterima Edhy Prabowo berasal dari berbagai pihak.

Pada 5 November 2020, diduga ada transaksi dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening bank atas nama Ainul Faqih, staf khusus Iis Rosita Dewi, sebesar Rp 3,4 miliar.

Baca juga: Harun Masiku Trending Terkait Penangkapan Edhy Prabowo, Pujian Terhadap KPK Terganjal Masiku?

Uang itu diperuntukkan bagi keperluan Edhy dan istrinya, Safri, serta Andreu Pribadi Misata.

Tak hanya itu, sekitar Mei 2020, Edhy juga diduga telah menerima sejumlah uang sebesar 100 ribu dolar AS dari Suharjito melalui Safri dan Amiril Mukminin.

Mengutip Kompas.com, Edhy ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama enam orang lainnya.

Enam orang lain tersebut adalah staf khusus Menteri KKP, Safri; pengurus PT Aero Citra Karo (ACK), Siswadi; staf istri Menteri KKP, Ainul Faqih; Direktur PT Duta Putra Perkasa (DPP), Suharjito; staf khusus menteri sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas, Andreau Pribadi Misata; dan Amiril Mukminin.

Termasuk tujuh orang yang ditetapkan tersangka, KPK total telah mengamankan 17 orang dalam penangkapan Edhy Prabowo.

Mengutip Kompas.com, 17 orang itu terdiri dari Edhy Prabowo dan istri, beberapa pejabat di KKP, serta beberapa pihak swasta.

"Jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya saat ini 17 orang, diantaranya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan beserta istri dan beberapa pejabat di KKP."

Mengenal sosok istri Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi yang ikut diamankan KPK pada Rabu 25 November 2020
Mengenal sosok istri Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi yang ikut diamankan KPK pada Rabu 25 November 2020 (istimewa)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved