Jumat, 1 Mei 2026

Bisnis

Tren Belanja Online Meningkat, Tak Semua e-Commerce Bertahan dan Untung, Ini e-Commerce Paling Laris

Platform belanja online atau e-commerce dianggap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka selama pandemi.

Tayang:
Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
ILUSTRASI e-commerce. Tren belanja online meningkat tajam selama pandemi Covid-19, persaingan di antara e-commerce pun makin ketat. Siapa paling laris? 

Meski tren belanja online meningkat selama pandemi Covid-19, tidak semua e-commerce mampu bertahan dan untung besar.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pembatasan gerak fisik bagi masyarakat selama pandemi Covid-19 meningkatkan aktivitas belanja online.

Platform belanja online atau e-commerce dianggap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Baca juga: Awas, Belanja Online Akhir Tahun Rawan Penipuan dan Kejahatan Siber, Ini Penjelasan dan Tips McAfee

Persaingan ketat

Data yang  dirilis Populix menunjukkan, sepanjang tahun 2020 persaingan untuk menggaet jumlah transaksi di platform e-commerce begitu ketat.

Persaingan  tersebut ditandai dengan banyaknya promo maupun hadirnya fitur andalan dari masing-masing platform.

Baca juga: Gunakan e-Commerce untuk Aktivitas Jual Beli Batik, Ini Alasan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar

Baca juga: Kini, Merchandise dan Aksesori Resmi Porsche Tersedia di Online Store PCJ, Cek e-Commerce Ini

Sayangnya, tidak semua e-commerce mampu bertahan dan untung besar pada masa pendemi ini.

Beberapa di antaranya bahkan harus gulung tikar.

E-commerce milik PT Telekomunikasi Indonesia, misalnya, menjadi salah platform yang tidak mampu bertahan.

Blanja.com, sejak 1 September 2020, harus menepi dari persaingan platform e-commerce di Indonesia.

Baca juga: Lenovo IdeaPad Slim 5i, Laptop Tipis dan Ringan Bertekstur Bodi Lembut, Ini Spesifikasi dan Harganya

Baca juga: Gelar Meet and Greet Niki, Oppo Reno4 Pro Ingin Generasi Muda Indonesia Berekspresi Tanpa Batas

Inovasi bisnis

Populix merupakan platform market research yang bisa membantu pelaku usaha dalam mencari tahu kebutuhan pasar dengan lebih dari 130 ribu responden di berbagai wilayah di Indonesia.

Selama masa pandemi, seperti disampaikan dalam siaran resminya yang diterima Warta Kota, Minggu (22/11/2020), Populix juga kerap mendorong para pelaku usaha untuk terus melakukan berbagai inovasi bisnis.

#DenganData yang tepat, pelaku bisnis dapat mengenal lebih baik lagi mengenai perubahan kebutuhan konsumen di masa pandemi ini sehingga mereka dapat membuat keputusan secara efektif dan efisien.

Dalam sebuah survei yang melibatkan 6.285 responden, Populix menyebut setidaknya ada tiga platform e-commerce yang saat ini menjadi favorit masyarakat Indonesia.

Baca juga: Ngga Cuma Lebih Mudah dan Aman, Beli Tiket Pesawat Citilink Bayar Pakai ShopeePay Cashback 30 Persen

3 Besar e-commerce terlaris

Urutan pertama ditempati Shopee dengan raihan 55% suara responden laki-laki dan 79% responden perempuan.

Keberhasilan Shopee tidak lepas dari strategi promosi dan layanannya.

Shopee leading dengan menawarkan promo ongkos kirim dan cashback.

Selain itu, Shopee juga memperkuat sisi teknologinya melalui pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan In-app games.

Baca juga: Manfaatkan Mitra Tokopedia, Keuntungan Usaha Warung Naik Dua Kali Lipat, Ini Produk Digital Terlaris

Fitur quick reply chat

Tokopedia berada di urutan kedua.

E-commerce lokal ini dipilih oleh 18% responden pria dan 7% responden wanita.

Tahun ini, Tokopedia meluncurkan fitur quick reply chat serta menyediakan weekly summary sales and order bagi mitranya.

Sementara untuk konsumen, Tokopedia hadirkan pengalaman belanja langsung lewat fitur Tokopedia Play.

Baca juga: Gandeng Lazada, Kemenkop Percepat UMKM Go Marketplace Lewat Program Kakak Asuh, Begini Caranya

Banting harga

Pada urutan ketiga, ada e-commerce Lazada yang memperoleh 14% suara responden laki-laki dan 9% responden wanita.

Lazada terbilang gencar dalam melakukan promosi kreatif seperti menggaet aktor termahal Korea Selatan, Lee Min Ho, sebagai Regional Brand Ambassador-nya.

Selain itu, Lazada juga gencar banting harga, memberi layanan live streaming, dan terus memperluas segmentasi konsumennya.

Milenial dan Gen Z mendominasi

Dari survei yang dilakukan, Populix juga merilis sejumlah data tentang tren belanja online lainnya.

Dari kategori usia, Milenial dan Gen Z masih mendominasi aktivitas belanja online.

Usia 18-21 tahun dan 22-28 tahun memiliki angka tertinggi dalam aktivitas belanja online dengan masing-masing 35% dan 33% suara koresponden.

Mayoritas konsumen, sebanyak 40%, berasal dari Pulau Jawa (non Jabodetabek).

Sementara 31% lainnya berasal dari Jabodetabek.

Make up, produk paling laris

Yang tak kalah menarik adalah munculnya data produk yang paling sering dibeli konsumen via belanja online.

Produk make up menjadi produk yang paling laris dibeli perempuan semasa pandemi.

Angkanya mencapai 49% dari total responden.

Rata-rata, anggaran yang dihabiskan oleh konsumen untuk belanja online sebanyak Rp50-500 ribu dengan metode pembayaran yang cukup beragam.

Sebagian besar konsumen masih memilih cash on delivery alias bayar di tempat.

Sementara, untuk mengakses platform e-commerce dan melakukan transaksi, 9 dari 10 konsumen menggunakan smartphone. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved