Teknologi

Awas, Belanja Online Akhir Tahun Rawan Penipuan dan Kejahatan Siber, Ini Penjelasan dan Tips McAfee

Netizen Indonesia kini lebih sering berbelanja online, meskipun menyadari bahwa kejahatan siber makin hari makin meningkat terutama akibat pandemi.

Penulis: Fred Mahatma TIS | Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
Tips aman belanja online saat liburan ala McAfee, menyusul survei 2020 Holiday Season: State of Today’s Digital e-Shopper yang diumumkan McAfee Corp. (Nasdaq: MCFE), Kamis (19/11/2020).  

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meski sadar bahwa bahaya penipuan online semakin meningkat, namun konsumen Indonesia akan tetap melakukan aktivitas belanja online-nya di liburan akhir tahun nanti.

Demikian hasil survei 2020 Holiday Season: State of Today’s Digital e-Shopper yang diumumkan McAfee Corp. (Nasdaq: MCFE), Kamis (19/11/2020). 

Menurut survei tersebut, sekitar 46.4% konsumen di Indonesia berencana untuk melakukan online shopping, sedangkan 36.6% akan melakukan aktivitas belanja lebih awal.

Baca juga: Awas, 375 Ancaman Baru dan Penipuan per Menit Incar Transaksi Digital plus Cashless, Ini Tips McAfee

Baca juga: Awas, Serangan Siber saat Cari Nama Artis Terkenal via Online! Ini Daftarnya dan Tips Aman McAfee

Padahal 91.4% dari orang yang disurvei tersebut merasa bahwa penipuan siber terasa semakin marak menjelang libur panjang akhir tahun disebabkan oleh adanya pandemi.

Survei McAfee menunjukkan adanya perubahan pola kegiatan pada konsumen di Indonesia yang dipicu berbagai peristiwa global tahun ini, sehingga meningkatkan risiko mereka terhadap ancaman online saat mereka bekerja, bermain, dan berbelanja melalui internet.

Hasil survei ini juga menyimpulkan adanya pertumbuhan aktivitas berbelanja secara umum, dengan adanya kenaikan online shopping hingga 58.6% semenjak awal pandemi COVID-19.

Satu dari lima konsumen (17.4%) berbelanja online setiap hari, dan hampir setengah dari konsumen Indonesia (40.3%) berbelanja online 3-5 hari dalam seminggu.

Baca juga: McAfee Kenalkan Fitur Keamanan dan Fungsi Baru untuk Platform MVISION, Ini Keunggulan dan Manfaatnya

Baca juga: McAfee Perkenalkan Produk Baru untuk Tingkatkan Keamanan Digital Konsumen di Era WFH

McAfee meluncurkan rangkaian produk terbaru untuk pengguna seperti Native VPN dan fitur-fitur baru yang mencakup teknologi social media dan tech scam protection.
McAfee meluncurkan rangkaian produk terbaru untuk pengguna seperti Native VPN dan fitur-fitur baru yang mencakup teknologi social media dan tech scam protection. (McAfee)

Kejahatan siber makin berkembang

Tim Advanced Threat Research McAfee baru-baru ini menemukan bukti bahwa kejahatan siber semakin berkembang dengan adanya 419 ancaman baru per menit di kuartal kedua 2020 dan kenaikan ancaman sebesar 12% dibanding kuartal sebelumnya.

Dilihat dari perkembangan aktivitas digital dari konsumen dan juga penjahat siber, banyak pengguna internet yang belum sadar akan bahaya ancaman online, dan adanya perbedaan yang terlihat antar generasi:

• Responden berumur 65 tahun ke atas adalah kelompok yang memiliki risiko paling tinggi untuk penipuan online.

Lebih dari 66.6% responden ini tertipu saat berbelanja dengan kerugian berkisar antara 1,5 juta - 7,5 juta Rupiah, berbeda dengan kelompok responden berumur 25-43 tahun yang hanya 25.2%

• Sebanyak 77.4% dari kelompok umur 55-64 tahun lebih rutin memeriksa keaslian diskon dan penawaran yang didapat melalui email dan SMS, jika dibandingkan dengan kelompok umur 18-24 tahun yang hanya 34%.

Baca juga: GushCloud Hadirkan Layanan Pembayaran Influencer Lebih Awal lewat Platform LytePay

Baca juga: Dukung Perusahaan Cepat Beradaptasi di Masa Pandemi, Oracle Cloud Bikin Pembaruan Solusi SaaS Oracle

Kehilangan Rp 1,5 juta - Rp 4,5 juta akibat penipuan

“Kebiasaan belanja konsumen telah berubah dan beradaptasi dengan tantangan yang muncul sepanjang tahun 2020, membuat musim liburan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Shashwat Khandelwal Head of Southeast Asia Consumer Business McAfee.

Hasil survei McAfee, lanjutnya, menunjukkan bahwa: meskipun sebagian besar dari orang Indonesia menyadari semakin maraknya ancaman siber, namun banyak yang masih belum mengambil langkah yang tepat untuk menanggapi ancaman tersebut.

Baca juga: Kolaborasi dengan Google Cloud, Accenture Rilis Arsitektur Data Pelanggan untuk Bantu Para Pemasar

Baca juga: PT Synnex Metrodata Indonesia Jadi Authorized Distributor Solusi Keamanan Siber Inovatif Trend Micro

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved