Breaking News:

Advertorial

Jadi Kader JKN Berprestasi, Ini Suka Duka Sarmini dalam Mengedukasi Warga tentang Program JKN-KIS

Sarmini (36) merupakan seorang Kader JKN wilayah Pabuaran Mekar. Ia tergolong Kader JKN berprestasi karena target tiap bulan selalu terlampaui.

jamkesnews.com
Sarmini (36), seorang Kader JKN wilayah Pabuaran Mekar, Kabupaten Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG – Peningkatan kolektivitas iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dianggap sebagai nadi dari keberlangsungan program.

Kehadiran Kader JKN membantu masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai Program JKN-KIS, pelayanan kesehatan, sampai mengingatkan pembayaran iuran khususnya tagihan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Sarmini (36) merupakan seorang Kader JKN wilayah Pabuaran Mekar.

Ia tergolong Kader JKN berprestasi karena target tiap bulan selalu terlampaui.

Tahun 2018 merupakan capaian tertinggi Sarmini menjadi Kader JKN dinilai dari iuran yang mampu ia kumpulkan.

Baca juga: Persalinan Istri Ditanggung, Mahmudin Daftarkan Anaknya yang Baru Lahir Jadi Peserta JKN-KIS

Baca juga: Kakak Sakit Tifus Adik Operasi Amandel, Nico Manfaatkan Program JKN-KIS, Semua Ditanggung BPJS

“Saya menginformasikan dan mengingatkan iuran melalui Whatsapp tapi sebelum pandemi Covid-19 saya rutin melakukan kunjungan ke rumah warga," ujar Sarmini, Selasa (27/10/2020).

Lalu, apa suka dukanya jadi Kader JKN?

"Selama menjadi Kader JKN ada suka dukanya, tapi Alhamdulillah lebih banyak sukanya. Jadi banyak kenalan baru, melihat dari antusias mereka dengan apa yang saya infokan dan respon positif saat saya tagihkan iuran," paparnya.

"Ada juga yang responnya kurang baik saat kunjungan mereka tutup pintu. Ya tidak masalah, itu resiko menjadi Kader JKN dan saya menjalaninnya dengan senang jadi semuanya lancar,” tambah Sarmini.

Baca juga: Hasan: Adanya JKN-KIS, Ngga Perlu Takut lagi untuk Berobat

Baca juga: Weri Tak Masalah Tetap Bayar Iuran JKN-KIS Meski Tidak Sakit, Ini Alasannya

Senang

Selama menjadi Kader JKN, Sarmini mengaku senang, karena merasa memberikan manfaat untuk warga, seperti mengedukasi warga yang sebelumnya tidak paham Program JKN-KIS menjadi tahu dan bisa berobat tanpa perlu khawatir biaya yang ditimbulkan.

Dengan prestasinya yang sangat baik Sarmini punya tips tersendiri dalam mengumpulkan iuran.

Ia masuk ke masyarakat untuk memberikan edukasi saat acara pengajian rutin sampai sosialisasi ke posyandu ia lakukan.

Pandemi ini tidak menghalangi semangat Sarmini dalam mencapai target, ia mengaku hanya strateginya saja yang diubah dengan memaksimalkan aplikasi berbasis online.

“Jelas program ini sangat bermanfaat dan membantu banyak warga dalam pelayanan kesehatan. Saya rasakan sendiri kemudahan pelayanan menggunakan kartu KIS, dari mulai lahiran sampai keluarga saya melakukan pengobatan di faskes tingkat satu," tuturnya.

"Saya mau masyarakat pun paham dan merasakan manfaat yang sama dengan saya. Itu alasannya saya melakukan ini dengan senang hati, saya harap program ini terus berlanjut dan berkesinambungan karena manfaatnya dirasakan langsung,” imbuh Sarmini. (*)

Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved