Breaking News:

Advertorial

Hasan: Adanya JKN-KIS, Ngga Perlu Takut lagi untuk Berobat

"Saya juga terbantu sekali dalam faktor ekonomi. Hal ini dikarenakan saya seorang pedagang dan penghasilan saya tidak besar..."

jamkesnews.com
Hasan (26), peserta JKN-KIS warga Desa Cadas Ampar. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Kian hari kian banyak masyarakat yang merasakan manfaat dan keuntungannya menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dihadirkan pemerintah.

Salah seorang yang merasakan manfaat JKN-KIS tersebut adalah Hasan (26), yang ditemui tim Jamkesmas di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cibinong, Senin (2/3/2020).

Pedagang yang tinggal di Desa Cadas Ampar ini tak sungkan membagikan pengalamannya terkait manfaat dan keuntungan yang ia dapat sejak jadi peserta JKN-KIS.

Baca juga: Weri Tak Masalah Tetap Bayar Iuran JKN-KIS Meski Tidak Sakit, Ini Alasannya

Hasan telah mengikuti program JKN-KIS sejak 2014, di mana ia menjadi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Selama menjadi Peserta PBI Program JKN-KIS, ia merasakan banyak manfaat dan keuntungannya.

Menurut dia, program JKN-KIS memberikan kemudahan dalam berobat.

Kemudian dari sesi biaya, semua biaya berobat maupun perawatan di Rumah Sakit dibayarkan oleh BPJS Kesehatan.

“Saya merasa puas atas pelayanan dan bantuan BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS ini. Saya juga terbantu sekali dalam faktor ekonomi. Hal ini dikarenakan saya seorang pedagang dan penghasilan saya tidak besar, oleh sebab itu saya jadi tenang di kala jatuh sakit,” ujar Hasan.

"Tenang karena adanya JKN-KIS, ngga perlu takut lagi untuk berobat," imbuhnya.

Baca juga: Antispasi Biaya Tak Terduga ketika Sakit, Sulanjena Daftarkan Keluarga Kecilnya Jadi Peserta JKN-KIS

Baca juga: Jadi Peserta JKN-KIS Dapat Dimudahkan saat Berobat, Vika: Lebih Tenang ketika Sakit

Dirawat di RSPG

Saat ditemui, Hasan sedang melakukan perubahan data JKN-KIS milik mertuanya, karena ada kesalahan NIK dan nama.

Ia juga membagikan cerita mengenai mertuanya, yang sedang dirawat di RSPG Cisarua Bogor sejak 2 (dua) hari lalu dikarenakan sakit paru-paru.

“Alhamdulilah mertua saya sudah membaik sampai saat ini, mungkin minggu ini bisa pulang apabila dokter sudah membolehkan mertua saya untuk pulang. Tentu mertua saya menggunakan JKN-KIS dalam berobat, karena setau saya biaya perawatan penyakit dalam sangat mahal," paparnya.

"Kemudian, adanya Program JKN-KIS ini sangat penting peranannya, apalagi kepada masyarakat yang kurang ekonominya masih dikatakan memprihatinkan, untuk kebutuhan biaya hidup saja susah apalagi ditambah biaya kesehatan,” tambah Hasan.

Ia sungguh berharap, semoga Program JKN-KIS ini bisa dikembangkan lebih baik lagi mencangkup seluruh penduduk Indonesia, sehingga bisa lebih banyak masyarakat yang akan merasakan manfaat dan keuntungannya dalam masalah kesehatan. (*)

Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved