Breaking News:

Advertorial

Weri Tak Masalah Tetap Bayar Iuran JKN-KIS Meski Tidak Sakit, Ini Alasannya

Ketika sudah bekerja, ia otomatis keluar dari tanggungan orang tuanya dan akhirnya memutuskan untuk menjadi Peserta Mandiri Program JKN-KIS.

jamkesnews.com
Weri (20), warga Kampung Setu, Kecamatan Kemang. Ia ikut Program JKN-KIS segmen Peserta Mandiri, setelah sebelumnya bergabung dengan kepesertaan orangtuanya. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Penyakit tidak memandang umur. Siapa saja dapat terserang penyakit, baik orang tersebut masih berusia muda maupun tua atau lanjut usia.

Maka, meskipun masih berada di usia produktif, bahkan sejak bayi, pemerintah dan BPJS Kesehatan menganjurkan masyarakat untuk mendaftar Progam JKN-KIS.

Hngga kini, makin banyak masyarakat yang turut serta menjadi bagian BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS.

Baca juga: Antispasi Biaya Tak Terduga ketika Sakit, Sulanjena Daftarkan Keluarga Kecilnya Jadi Peserta JKN-KIS

Salah satu peserta JKN-KIS yang ditemui tim Jamkesnews adalah Weri (20).

Ia seorang buruh pabrik yang bertempat tinggal di Kampung Setu, Kecamatan Kemang dan merupakan salah satu peserta Program JKN-KIS dari segmen Peserta Mandiri.

Sebelumnya, ia telah terdaftar dan ikut jaminan kesehatan dari kantor orang tuanya.

Namun dengan statusnya yang sudah bekerja tersebut, ia otomatis keluar dari tanggungan orang tuanya, akhirnya ia memutuskan untuk menjadi Peserta Mandiri Program JKN-KIS.

Baca juga: Jadi Peserta JKN-KIS Dapat Dimudahkan saat Berobat, Vika: Lebih Tenang ketika Sakit

“Saya menganggap bahwa menggunakan kartu kepesertaan Program JKN-KIS merupakan hal yang penting. Apalagi ketika saya sakit maupun anggota keluarga lainnya, dapat dipermudah," tuturnya, Senin (24/2/2020).

"Selain itu, biaya yang ditimbulkan pada saat berobat dan perawatan jadi lebih ringan. Bahkan, bisa di-cover penuh. Lain halnya apabila berobat langsung tanpa kartu kepesertaan JKN-KIS, sangat besar biayanya dan menguras dompet,” imbuh Weri.

Baca juga: Jangan Tunggu Sakit, Budi Ajak Masyarakat Daftar sebagai Peserta JKN-KIS selagi Sehat, Ini Alasannya

Banyak manfaat

Menurut Weri, sejak menjadi bagian peserta Program JKN-KIS sudah banyak keuntungan dan manfaat yang diperoleh.

Salah satunya akses lebih mudah ketika sedang sakit dan hati merasa lebih tenang. Berbeda bila tidak punya pegangan (kartu JKN-KIS).

“Untuk riwayat penggunaan JKN-KIS, alhamdulilah saya belum ada. Saya juga tidak masalah walaupun saya tidak sakit tetapi tetap membayar iuran JKN-KIS tiap bulannya," tutur Weri.

"Saya beranggapan bahwa tindakan itu dapat membantu kelangsungan Program JKN-KIS dan peserta lainnya. Saya setuju dengan selogan BPJS Kesehatan yang saya lihat di pakaian pegawai BPJS Kesehatan, dengan gotong royong semua tertolong,” tambah Weri.

Sebelum mengakhiri wawancara dengan tim Jamkesnews, Weri menilai bahwa dalam pelaksanaan Program JKN-KIS di tahun ke-7 ini, dalam segi pelayanan dan lainnya sudah bagus.

Ia juga merasa puas dan berharap kualitas pelayanan peserta dapat ditingkatkan lebih baik lagi ke depannya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved