Breaking News:

Advertorial

Antisipasi Biaya Tak Terduga saat Sakit, Sulanjena Daftarkan Keluarga Kecilnya Jadi Peserta JKN-KIS

“Alasan saya mendaftar Program JKN-KIS, untuk menghindari biaya yang tak terduga apabila sakit..."

jamkesnews.com
Sulanjena (26) mendaftarkan keluarga kecilnya jadi peserta JKN-KIS untuk antisipasi biaya pengobatan yang kerap tak terduga besarannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak 2016 tentu sudah dirasakan manfaatnya oleh Sulanjena (26).

Maka, ia pun yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri, mendaftarkan keluarga kecilnya untuk upaya preventif jika sesuatu terjadi ke depannya terkait masalah kesehatan

Selama menjadi peserta mandiri Program JKN-KIS, Sulajena merasa sudah banyak manfaat dan keuntungannya.

Baca juga: Jadi Peserta JKN-KIS Dapat Dimudahkan saat Berobat, Vika: Lebih Tenang ketika Sakit

Ia merasa terbantu dengan adanya Program JKN-KIS tersebut pada saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Bukan hanya itu, ia juga merasakan puas atas pelayanan yang diberikan.

“Alasan saya mendaftar Program JKN-KIS, untuk menghindari biaya yang tak terduga apabila sakit. Hal ini yang menjadi upaya preventif saya, karena kita tentu tidak akan bisa memprediksi berapa besaran biaya yang akan dikenakan pada saat berobat maupun cek kesehatan," tuturnya, Senin (24/2/2020).

"Oleh sebab itu satu-satunya menangani masalah tersebut, saya mendaftar Program JKN-KIS bersama keluarga kecil saya,” imbuhnya.

Baca juga: Jangan Tunggu Sakit, Budi Ajak Masyarakat Daftar sebagai Peserta JKN-KIS selagi Sehat, Ini Alasannya

Tak menduga biayanya besar

Menurut Sulanjena, jadi bagian Program JKN-KIS setidaknya bisa mengurangi beban masyarakat saat ini.

Kemudian, masyarakat bisa lebih sadar pentingnya kesehatan, karena biaya yang dikeluarkan tidak bisa diprediksi.

“Waktu itu saya mempunyai riwayat sakit hipertensi dan harus dirawat inap selama 2 minggu, alhamdulilah saya sembuh. Kemudian biaya tersebut hampir Rp 24.000.000,-," kisahnya.

"Apabila saya tidak di cover oleh Program JKN-KIS, saya pasti pusing memikirkan biaya tersebut dan itu saja saya tidak menduga bisa sebesar segitu. Akhirnya biaya tersebut di cover seluruhnya oleh Program JKN-KIS,” tambah Sulanjena.

Baca juga: Dengan Aplikasi Mobile JKN, Nuraeni Tak Perlu Lagi Antre untuk Urus Kepesertaan JKN-KIS

Sulanjena bersyukur sebelumnya telah ikut Program JKN-KIS sehingga tidak pusing untuk memikirkan biaya berobatnya, cukup dengan membayar iuran rutin saja tiap bulannya dan kebetulan ia rajin check kesehatan.

Sebelum mengakhiri wawancara dengan tim jamkesnews, Sulanjena mengatakan untuk pelayanan yang diberikan di fasilitas kesehatan dan lainnya sudah bagus.

Dirinya menambahkan, dengan adanya aplikasi Mobile JKN, ia sangat terbantu dalam mengakses pelayanan kepesertaannya, karena dapat mempermudah pelayanan tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Ia juga berharap kualitas pelayanan peserta dapat ditingkatkan lebih baik lagi ke depannya. (*)

Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved