Breaking News:

Advertorial

Jangan Tunggu Sakit, Budi Ajak Masyarakat Daftar sebagai Peserta JKN-KIS selagi Sehat, Ini Alasannya

"Saya khawatir mengidap tuberculosis dan memperkirakan biaya pengobatan yang dikeluarkan tidak sedikit...”

jamkesnews.com
Samudra Budi (37), warga Pabuaran, Cibinong. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG – Hari itu, Rabu (19/8/2020), Samudra Budi (37) tampak sedang mendaftarkan dirinya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cibinong.

Warga Kampung Pabuaran, Cibinong, yang akrab dipanggil Budi ini mengaku sudah merasakan keluhan mengenai kondisi kesehatan tubuhnya sejak lama.

Namun, ia enggan ke fasilitas kesehatan dan hanya mengkonsumsi obat warung tanpa resep dokter.

Baca juga: Berkat Program JKN-KIS, Warga Kurang Mampu Kini Bisa Berobat Tanpa Khawatir Biaya yang Dikeluarkan

“Saya merasa sulit menelan dan berat badan semakin turun, ditambah lagi pernapasan sering terganggu. Keadaan ini sudah menganggu aktivitas saya sehari-hari," tuturnya, ketika ditemui tim Jamkesnews.

"Biasanya rasa sakit tidak saya rasakan dan hanya minum obat yang saya beli di warung. Kemarin saya ke Puskesmas Bambu Kuning karena keadaan saya menurun, dokter menyarankan untuk melakukan rontgen dan cek darah. Saya khawatir mengidap tuberculosis dan memperkirakan biaya pengobatan yang dikeluarkan tidak sedikit,” ujar Budi.

Baca juga: Eka Ajak Masyarakat Saling Gotong Royong dalam Program JKN-KIS, Ini Alasannya

Status kepesertaan Budi yang masih nonaktif penangguhan peserta, baru bisa aktif dan digunakan setelah melakukan pembayaran pertama pada tanggal 1 September 2020.

Saat ini ia belum melanjutkan pengobatan karena menunggu status kepesertaannya aktif.

Ia khawatir biaya yang ditimbulkan dan harus ditanggung pribadi tidak sedikit apabila tidak terdaftar jaminan kesehatan.

“Ya sebelum aktif saya tidak berani berobat, khawatir tahapannya akan panjang dari rontgen, cek darah, sampai ke pengobatan," paparnya.

Baca juga: Dengan Aplikasi Mobile JKN, Nuraeni Tak Perlu Lagi Antre untuk Urus Kepesertaan JKN-KIS

Baca juga: Aplikasi Mobile JKN Mudahkan Ayu Akses Layanan JKN-KIS Selama Masa Pandemi Covid-19

Sebelumnya, Budi mengaku takut berobat karena pasti biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit, terlebih lagi pekerjaan tidak menentu selama pandemi ini.

"Saya sadar sehat itu mahal harganya, makanya saya sangat bersyukur dengan adanya Program JKN-KIS sangat membantu warga dengan ekonomi menengah ke bawah,” tambah Budi.

Budi mengimbau agar makin banyak warga yang ikut mendaftarkan dan rutin membayar iuran.

Jangan sampai ketika sakit dan ingin digunakan, kartunya nonaktif.

Baik itu nonaktif akibat menunggak atau sudah lebih dari sebulan nonaktif, maka ketika diaktifkan kembali harus menunggu masa administrasi 14 (empat belas) hari.

"Hal tersebut tentu mengganggu proses pengobatan karena pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan saat itu juga," tutur Budi. (*) 

Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved