Breaking News:

Advertorial

Berkat Program JKN-KIS, Warga Kurang Mampu Kini Bisa Berobat Tanpa Khawatir Biaya yang Dikeluarkan

Sebelum kehadiran Program JKN-KIS, banyak dari warga yang tidak mampu enggan untuk berobat karena khawatir dengan biaya yang ditimbulkan.

Editor: Fred Mahatma TIS
jamkesnews.com
Sudiati (74), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) peserta program JKN-KIS. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG – Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terbukti banyak menolong warga tidak mampu untuk berobat.

Sebelum kehadiran Program JKN-KIS, banyak dari warga yang tidak mampu enggan untuk berobat karena khawatir dengan biaya yang ditimbulkan.

Pelayanan kesehatan masih dianggap sesuatu yang mewah dan tidak mungkin didapatkan oleh warga dengan ekonomi menengah ke bawah. 

Baca juga: Eka Ajak Masyarakat Saling Gotong Royong dalam Program JKN-KIS, Ini Alasannya

Begitu juga yang pernah dirasakan oleh Sudiati (74) pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang rutin berobat atau sekadar cek kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit.

“Alhamdulillah saya seorang pensiunan PNS, jadi iuran saya langsung dipotong dari gaji yang saya terima setiap bulan. Saya cukup dikatakan sering menggunakan pelayanan kesehatan dengan Program JKN-KIS," kata Sudiati, Rabu (19/8/2020).

"Terakhir saya operasi tangan di Rumah Sakit Harapan Sehati. Pelayanan baik dan tidak ada biaya yang ditanggung pribadi,” imbuhnya.

Baca juga: Dengan Aplikasi Mobile JKN, Nuraeni Tak Perlu Lagi Antre untuk Urus Kepesertaan JKN-KIS

Baca juga: Aplikasi Mobile JKN Mudahkan Ayu Akses Layanan JKN-KIS Selama Masa Pandemi Covid-19

Sudah banyak peserta terdaftar program ini yang mendapatkan dampak positifnya.

Sebelum ada program ini Sudiati menceritakan warga di lingkungannya yang kurang mampu jika sakit masih menggunakan pengobatan alternatif atau mengkonsumsi obat yang dijual di warung.

Tapi sekarang bisa melakukan pengobatan ke tenaga medis baik Puskesmas, klinik sampai ke rumah sakit.

Kesehatan sudah seharusnya dijaga dan sudah seharusnya juga memiliki jaminan kesehatan untuk keadaan terburuk yang tidak diharapkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved