Kesehatan

Buka Rakernas, Ketua Umum PP Ikatan Apoteker Indonesia Ajak Apoteker Praktek secara Profesional

Selain masalah profesionalisme, hal penting lain adalah persoalan perundang-undangan yang disebutnya cukup mengganggu bagi para apoteker di Indonesia.

Istimewa
KETUA Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang membuka rapat kerja nasional (rakernas) 2020 secara virtual, Minggu (1/11/2020). Rakernas Ikatan Apoteker Indonesia ini akan berlangsung hingga Rabu (4/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - KETUA Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang, membuka rapat kerja nasional (rakernas) yang diikuti tidak kurang dari 330 orang, baik pengurus di tingkat pusat, daerah, maupun cabang di seluruh Indonesia.

Rakernas diselenggarakan secara virtual sejak Minggu (1/11/2020) hingga Rabu (4/11/2020) dilanjutkan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) pada 5-7 November, juga secara virtual.

Dalam kesempatan itu, Nurul Falah mengajak apoteker di seluruh Indonesia untuk melakukan praktek kefarmasian secara profesional, berperilaku profesional, bertindak profesional dan membangun reputasi apoteker secara profesional.

Baca juga: Pertama Kali, Indonesia Memiliki Apoteker Spesialis Farmasi Nuklir, Siapa Mereka?

Baca juga: ISTN Lantik 188 Apoteker Baru Bagi Dunia Farmasi Indonesia Secara Daring

‘’Saya juga mengajak sejawat semua untuk berkomunikasi dengan pasien dan klien atau bahkan pemerintah secara profesional, menyampaikan pendapat secara profesional, menulis pernyataan di media sosial secara profesional dan untuk melangkahkan sikap profesional ini,’’ ajak Nurul Falah.

Dalam pidato sambutannya, Nurul menyampaikan 4 hal, selain masalah profesionalisme, hal penting lain adalah persoalan perundang-undangan yang disebutnya cukup mengganggu bagi para apoteker di Indonesia.

Lalu, peluang masa pandemik Covid 19 yaitu mega pekerjaan vaksinisasi Covid 19 dan kesempatan natural medicine atau obat bahan alam Indonesia untuk ditampilkan mengemuka yang pada saatnya tidak hanya sebagai obat alternatif tetapi obat utama asli Indonesia.

Baca juga: Hari Apoteker se-Dunia, PP IAI Gelar Lomba Video Edukasi dan Webinar untuk Siswa dan Kader PKK

Hal keempat yang tidak kalah penting disampaikan Nurul adalah memanfaatkan forum rakernas IAI kali ini untuk melakukan continues improvement atas program program IAI.

Program yang baik, di maintenance untuk ditingkatkan lagi contohnya adalah program SIAP, advance pharmacists, peningkatan kompetensi melalui Pendidikan berkelanjutan, peningkatan kualitas organisasi serta yang berkaitan dengan membantu peningkatan kualitas penfidikan apoteker.

Sedangkan program yang masih perlu perhatian, perlu dievaluasi dan carikan jalan keluar agar bisa lebih baik lagi contohnya adalah program yang berkaitan dengan kesejahteraan apoteker dan program yang berkaitan dengan advokasi perundang undangan serta peningkatan kepemimpinan para kader IAI.

Baca juga: Dokter Reisa Beri Kabar Gembira Angka Kesembuhan Covid-19 Semakin Meningkat

Baca juga: DKI Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Anies Instruksikan Gugus Tugas RW Data Warganya

RUU Kefarmasian

Menurut Nurul, RUU Kefarmasian yang masuk dalam prolegnas tahun 2021 memang masih harus terus diperjuangkan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved