Rabu, 20 Mei 2026

DKI Kembangkan Pengolahan Sampah Organik Memakai Maggot

Andono mengatakan, Black Soldier Flies (BSF)/maggot memiliki kemampuan untuk menguraikan sampah organik dalam waktu relatif cepat selama satu hari.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
(Dok Dinas LH DKI Jakarta)
Kepala Dinas LH DKI Jakarta Andono Warih saat menyerahkan bibit maggot untuk dikembangkan sebagai pengurangan sampah di Markas Komando Kopassus Cijantung dan Pasukan Khas Angkatan Udara, Halim di kantor Dinas LH DKI Jakarta pada Selasa (27/10/2020). 

Ternak Maggot

Bagi masyarakat yang ingin berternak maggot, Dinas LH DKI Jakarta memberikan tahapannya. Pertama, masyarakat menyiapkan kandang lalat BSF yang tertutup dengan kawat/kasa dan pastikan tetap terkena sinar matahari.

Sebab lalat butuh sinar matahari untuk proses kawin. Selain itu, selalu menyemprotkan kandang dengan air demi menjaga kelembaban.

“Warga juga bisa mengundang lalat BSF dengan membuat makanan yang disukainya seperti mencampur bekatul, air, penyedap rasa, bioaktivator EM4 dan gula pasir,” jelasnya.

Baca juga: Usai Bentuk KAMI, Hasil Survei Tingkat Keterpilihan Gatot Nurmantyo jadi Capres Justru Merosot

Baca juga: PSBB Transisi Kembali Diperpanjang, Anies Minta Masyarakat tidak Mudik saat Libur Panjang

Baca juga: Sebut Pemerintah telah Berhasil Kendalikan Covid-19, Luhut Akui Pakai Strategi ini

Langkah kedua, warga dapat memakai kardus atau kayu (yang memiliki celah) sebagai tempat lalat BSF betina bertelur. Ketiga, taruh telur di atas dedak yang dibasahi dan telur akan menetas dalam 3-4 hari.

“Keempat, siapkan rak, biopond untuk tempat maggot tumbuh dan mereduksi sampah organik,” imbuhnya.

Andono menargetkan, setiap kecamatan di Ibu Kota bisa mereduksi sampah hingga satu ton menggunakan maggot.

Bahkan tak menutup kemungkinan, maggot dapat digunakan untuk mereduksi 2.400 ton sampah organik setiap hari di Jakarta.

“Minimal satu ton sampah per kecamatan bisa berkurang memakai BSF atau maggot,” kata Andono.

Dia menyatakan, telah melakukan berbagai langkah untuk memenuhi target itu.

Salah satunya memberdayakan Petugas Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) pendamping yang tersebar di setiap RW.

Mereka ditugaskan untuk mengedukasi warga terkait pengurangan sampah organik dengan BSF. Saat ini, setiap RW di Jakarta sudah memiliki PJLP pendamping.

Sebanyak 2.400 orang dari 2.743 PJLP sudah diberi pelatihan, termasuk di dalamnya materi Maggot.

“Berbekal pengetahuan yang diberikan, PJLP pendamping memiliki kapabilitas membina warga menerapkan pola Plasma Biokonversi BSF/Maggot,” ujarnya.

Andono mengatakan, upaya ini juga didukung dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur DKI Jakarta 77 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved