DKI Kembangkan Pengolahan Sampah Organik Memakai Maggot
Andono mengatakan, Black Soldier Flies (BSF)/maggot memiliki kemampuan untuk menguraikan sampah organik dalam waktu relatif cepat selama satu hari.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
Surat itu ditetapkan pada 12 Agustus 2020 lalu. “Di dalam mengiplementasikan Pergub ini, Dinas LH menyiapkan tenaga PJLP pendamping RW dari pasukan oranye kami. PJLP ini punya kualifikasi khusus karena kami latih,” jelasnya.
Andono menjelaskan, di setiap kecamatan se-Jakarta akan tersedia lima sampai 11 unit inti.
Nantinya, tim inti tersebut yang akan memasok bibit maggot usia delapan hari ke plasma-plasma di setiap RW.
Plasma di tingkat RW ini bertugas memberikan pakan maggot dengan sampah sisa makanan selama 10 hari sampai usia panen.
“Setiap PJLP ada pengawasnya, yaitu Kasatpel atau Kepala Seksi di Sudin. Tapi yang paling terdepan dalam mengedukasi warga dalam menerapkan Biokonversi BSF/Maggot ini adalah PJLP pendamping yang dilatih secara terpusat dan bertahap di dinas,” ujarnya.
Andono menambahkan, idealnya satu kecamatan memiliki 11 inti dan tujuh rak plasma setiap RW.
Dengan tujuh rak per RW seluruh sampah sisa makanan dari rumah tangga di Jakarta akan habis.
“Bayangkan jika 2.743 RW se-Jakarta ada lima sampai tujuh unit plasma, ini akan efektif mereduksi sampah organik di Jakarta,” katanya.
Sampai saat ini, Dinas LH DKI telah membuat 71 rumah maggot yang tersebat di lima wilayah kota dan satu kabupaten.
Salah satunya di kantor Dinas LH DKI Jakarta yang sudah membudidayakan maggot dengan kemampuan menghabiskan 250 kilogram sampah organik setiap hari. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kepala-dinas-lh-dki-jakarta-andono-warih-saat-menyerahkan-bibit-maggot.jpg)