Breaking News:

Berita Nasional

Film Merah Putih VS Radikalisme Tuai Polemik, Buya Yahya: Cadar Tidak Ada Kaitan dengan Radikalisme

Buya Yahya mengimbau agar sebaiknya film itu diedit kembali. Sebab, kata dia, pencabutan cadar kemudian dibanting adalah bentuk merendahkan.

Editor: Feryanto Hadi
alhamdan.id
Buya Yahya 

Pada plot inilah yang banyak dipermasalahkan.

Bersamaan dengan adegan bertarung, seorang perempuan membacakan narasi, "Cinta itu perduli dan berbagi. kepedulian dan pengorbananmu menentukan seberapa dalam cintamu. Tak boleh ada bendera selain merah putih di negeriku. Merah Putih harga mati."

Sementara itu, Gus Muwaffiq dalam film itu berkata, "Selagi bangsa ini tetap berdiri, Negara tetap berdiri, maka benderanya adalah Merah Putih."

"Jadi jangan pernah ditipu, oleh pengasong-pengasong bendera yang lain."

"Silahkan mengasong bendera tapi jangan menandingi Merah Putih. Karena kalau bendera kamu tandingi bendera merah putih, maka yang berjiwa merah putih pasti akan turun menghancurkan engkau

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid bahkan turut berkomentar terhadap film itu.

Meskipun ditayangkan di channel NU, Hidayat Nur Wahid masih berpandangan positif film itu tidak mewakili NU.

Saya yakin itu bukan filmnya NU. Karena NU pasti tau, menurut Pancasila dan UUD 45 yang jadi lawan Merah Putih itu Radikalisme Komunisme (benderanya Palu Arit), Separatisme (bintang kejora). Adapun “cadar” ,itu masih bagian dari fiqh Sunni. Tolak radikalisme, jangan terlena dan pecahbelah Umat," tulis Hidayat Nur Wahid di akun Twitternya, dikutip Wartakotalive.com.

Baca juga: Beberapa Faktor Membuat Ganjar Pranowo Ungguli Prabowo Jadi Sosok Terkuat di Pilpres 2024

Di sosial media, warganet mengajak untuk ramai-ramai me-report film pendek tersebut.

Ungkapan kekecewaan pun muncul dari penonton film itu.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved