Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Diminta Ubah Paradigma, Bukan Mengakhiri tapi Kendalikan Pandemi Covid-19

Pandu Riono menyarankan pemerintah untuk memperkuat surveilans, tes, dan pelacakan, untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas TV
Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono dalam kanal YouTube Kompas TV, Kamis (28/5/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyarankan pemerintah untuk memperkuat surveilans, tes, dan pelacakan, untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Selain ketiga langkah tersebut, Pandu meminta pemerintah menggencarkan gerakan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak).

"Surveilansnya sudah ada, tinggal diperkuat, testingnya tinggal diperkuat, pelacakannya diperkuat."

Baca juga: Begini Tahapan Vaksinasi di Kota Depok, Ridwan Kamil Ajukan 300 Ribu Paket Vaksin Covid-19

"Dan 3M ini betul-betul harus," ucap Pandu dalam webinar Proyeksi Kasus Covid-19 dan Evaluasi PSBB yang disiarkan channel YouTube KGM Bappenas, Jumat (23/10/2020).

Pandu mengatakan, saat ini pemerintah sudah tidak perlu mengetatkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bahkan, pemerintah dapat melakukan pelonggaran PSBB secara perlahan.

Baca juga: Tebal Naskah UU Cipta Kerja Berubah Lagi Jadi 1.187 Halaman, Mensesneg Pastikan Substansinya Sama

Menurut Pandu, hal ini bisa diterapkan selama pemerintah memperkuat sistem surveilans, tes, pelacakan, dan gerakan 3M.

"Jadi sebenarnya PSBB sekarang tidak perlu diketatkan lagi, sekarang udah mulai dilonggarkan pelan-pelan, tapi harus pelan pelan," tutur Pandu.

Pandu mengatakan, pemerintah bisa mencabut status kedaruratan kesehatan masyarakat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Rumah di Legok Tangerang, 5 Orang Meninggal Dunia

Pemerintah dapat membuat perencanaan untuk menjalankan pembangunan di tengah pandemi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved