Prakiraan Cuaca

UPDATE Prakiraan Cuaca Jabodetabek Jumat (23/10) BMKG: Waspadai Hujan Petir di Jaksel & Jaktim Siang

Prakiraan cuaca di Jakarta Jumat 23 Oktober 2020 siang nanti, hujan petir di Jaksel dan Jaktim, hujan ringan di Jakbar dan Jakpus,

Penulis: Andy Pribadi | Editor: Andy Pribadi
bmkg.go.id
Prakiraan cuaca Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat 23 Oktober 2020. 

Jalan Lamandau No. 6 RT. 06/RW. 07, Kramat Pela, Kebayoran Baru

Jalan Cidodol Raya (Komplek Loka Permai), Grogol Selatan, Kebayoran Lama

Jalan Sungai Sambas II No. 9 RT. 1/RW. 5, Kramat Pela, Kebayoran Baru

Jalan Perdatam Terusan, Ulujami, Pesanggrahan

Jalan Bintaro Permai II, Bintaro, Pesanggrahan Jalan H. Amsar, Cipulir, Kebayoran Lama

Jalan M. Saidi Riin 2 RT. 04/RW. 06, Petukangan Selatan, Pesanggrahan

Jakarta Barat

Jalan Adam Ujung RT. 09/RW. 05, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk

Jalan G1 RT. 1/RW. 3, Slipi

Jalan Alpukat 3 RW. 2, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan

Jakarta Pusat

Jalan Administrasi II Pejompongan, Bendungan Hilir, Tanah Abang

Pohon tumbang

Sementara itu, sebatang pohon kedondong di Jalan Kemuning Mede RT 08/RW 01, Kelurahan Rawabunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (16/10/2020) tumbang.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan pohon menimpa enam kontrakan warga.

"Pohon tumbang berada di tengah permukiman warga sehingga menimpa enam pintu kontrakan warga," kata Gatot, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Pohon Tumbang di Pos Pengumben Tumbangkan Sebuah Pohon, Seorang Pengendara Ojol Tewas Dalam Kejadian

Baca juga: Angin Kencang, Pengendara Gerobak Motor di Sukakarya Kabupaten Bekasi Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Namun demikian pohon tumbang berdiameter sekitar dua meter dengan tinggi 15 meter itu tidak sampai mengakibatkan enam Kepala Keluarga (KK) penghuni kontrakan mengalami luka.

Pasalnya saat pohon tumbang sekira pukul 19.00 WIB, 22 jiwa yang menempati enam kontrakan itu bergegas ke luar sekaligus mengantipasi atap bangunan tidak kuat menahan beban.

"Untuk korban nihil, sementara untuk kerugian materil masih dalam penghitungan," ujarnya.

Baca juga: Angin Kencang, Pengendara Gerobak Motor di Sukakarya Kabupaten Bekasi Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Dua unit mobil light rescue bersama 10 personel Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan hingga saat ini proses tersebut masih berjalan.

"Sekarang ini masih dalam proses penanganan. Kita evakuasi dengan cara memotong batang pohon dengan gergaji mesin," ucapnya.

Jelang Musim Penghujan, Wakil Wali Kota Imbau Warga Periuk Tangerang Antisipasi Banjir

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengimbau warga di wilayah Kecamatan Periuk Kota Tangerang Provinsi Banten mengantisipasi dampak musim penghujan karena daerah itu menjadi salah satu area rawan banjir dan genangan.

Sachrudin di Tangerang Jumat (16/10) mengatakan, warga diharapkan dapat turut serta menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas yang telah disediakan oleh Pemkot Tangerang.

"RW agar bisa mengajak warganya untuk kerja bakti, bantu kami juga merawat alat-alat seperti pompa agar tetap bisa berfungsi dengan baik," katanya.

Baca juga: Covid-19 Serang Pondok Pesantren, Begini Penanganan Pemkab Tangerang

Terkait penanganan banjir, Pemkot sudah menyiagakan rumah-rumah pompa serta melakukan perbaikan turap. Petugas jaga pun sudah disiagakan dalam mengantisipasi terjadinya banjir secara mendadak.

"Kita sudah siapkan penanganan banjir beberapa waktu ini. Meski di masa pandemi, tetapi upaya mengatasi banjir tetap kita lakukan dengan proses pengerukan lumpur di sungai dan kali," paparnya.

Selain itu, Sachrudin juga mengimbau kepada warga Periuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatannya.

Baca juga: Mahasiswi Putus Kuliah Nekad Mencuri untuk Biaya Hidup Bersama Pasangan Gelapnya

Pemkot Tangerang melalui BPBD telah membagikan sebanyak 38.000 masker kepada 70 RW di wilayah Kecamatan Periuk.

"Tujuannya jelas, demi kebaikan masyarakat agar terhindar dari Covid-19. Untuk itu perlu kerjasama yang baik antara pemerintah dan juga masyarakat," katanya.

Pihak Camat Periuk Maryono Hasan menuturkan, wilayah yang rawan terjadinya banjir dan genangan telah dilakukan pembersihan secara berkala.

Baca juga: Polisi: Hati-hati Kendaraan Melintas di Sekitar Kantor Bupati Bogor Ada Demo Ribuan Buruh

Kegiatan dilakukan oleh petugas dan dibantu oleh masyarakat setempat. Kecamatan juga terus membantu warga terdampak Covid-19 melalui bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun kota. 

Hujan di Periuk Kota Tangerang Kembali Kebanjiran

Hujan mengguyur Kota Tangerang pada Selasa (14/7/2020). Sejumlah wilayah pun terendam banjir.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Periuk.

Air pun tergenang di sejumlah perumahan.

"Banjir di Jembatan Alamanda," ujar Kepala UPT BPBD Periuk, Kamaludin kepada Warta Kota, Selasa (14/7/2020).

Luapan air di Kali Ledug tumpah hingga ke badan jalan.

Banjir merendam di Jalan Raya Tangerang Regency, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Suasana genangan air di kawasan Kecamatan Periuk usai hujan mengguyur Kota Tangerang, Selasa (14/7).
Suasana genangan air di kawasan Kecamatan Periuk usai hujan mengguyur Kota Tangerang, Selasa (14/7). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

"Untuk kondisi ketinggian air sekitar 20 cm," ucapnya.

Petugas BPBD dan Dinas PUPR pun langsung terjun ke lokasi.

Mereka melakukan pengecekan agar air tak semakin meninggi.

"Dua unit pompa dikerahkan untuk melakukan penyedotan," kata Kamaludin.

Kecamatan Periuk Kebanjiran Terus, Warga Banyak yang Berniat Jual Rumah

Banjir yang melanda kawasan Periuk, Kota Tangerang hingga kini belum surut.

Ketinggian air bahkan masih mencapai satu meter lebih.

"Belum mengalami penurunan airnya," ujar Teguh, petugas BPBD Kota Tangerang, Rabu (26/2/2020).

 Survei Median: Faktor Kinerja Bukan Alasan Orang Pilih Anies Baswedan Sebagai Capres 2024

Ratusan rumah masih terendam banjir.

Terlihat juga sebagian warga mengungsi.

Namun, ada pula yang tetap bertahan di rumahnya masing-masing.

Banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang belum surut hingga Rabu (26/2/2020).
Banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang belum surut hingga Rabu (26/2/2020). (WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA)

"Saat ini belum ada perubahan atau penurunan."

"Air masih tetap bertahan."

"Ini sudah hari ketiga."

 Anak-anak Senang Main Banjir di Jalan Gunung Sahari, Kata Mereka Kayak di Ancol, Gratisan Lagi

"Kita berharap agar cepat surut," ucap Heri, warga Perumahan Garden City, Periuk, Kota Tangerang.

Heri mengaku banjir ini sangat mengganggu aktivitas warga.

Bahkan, saat ini banyak warga di perumahan tersebut yang berniat menjual rumahnya.

Banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang belum surut hingga Rabu (26/2/2020).
Banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang belum surut hingga Rabu (26/2/2020). (WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA)

"Banyak yang mau menjual rumah."

"Saat ini listrik dan air kita mengalami kesulitan," ucap Heri.

Hal senada juga diungkapkan Manik, salah satu korban banjir lainnya.

 Flyover Cibodas Tangerang Kebanjiran, Warga Bingung Begitu Terus Tak Ada Perubahan

Warga Perumahan Garden City Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk yang terdampak banjir ini, mengeluhkan tidak adanya pasokan listrik dan air bersih.

Menurutnya, saat ini warga mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Listrik mati dan air bersih juga enggak ada."

 Azas Tigor Bilang Banjir Jakarta Berjilid-jilid Seperti Sinetron, Tuding Anies Baswedan Tak Kerja

"Kita hanya mengandalkan genset menghidupkan air untuk kebutuhan mandi dan lainnya," bebernya.

Manik mengatakan, belum ada bantuan air bersih dari pihak pemerintah.

Sebab, kata dia, wilayah tersebut tidak ada akses PDAM dalam mendistribusikan air bersih.

 Dua Kali Kebanjiran di 2020, Aktivitas Perdagangan di Pasar Baru Lumpuh Total

"Tidak ada bantuan dari pemerintah maupun PDAM," terangnya.

Sebelumnya, banjir kembali merendam kawasan Periuk, Kota Tangerang, Selasa (25/2/2020).

Sejumlah warga pun diminta dievakuasi.

Camat Periuk Maryono menjelaskan, air sudah meninggi sejak dini hari tadi.

 Kembali Gaungkan Usulan Motor Masuk Tol, Bamsoet: Karena Kita Sama-sama Bayar Pajak

Pihaknya pun segera memberikan peringatan dini kepada warga yang terdampak.

"Kami langsung teriak-teriak menggunakan toa atau alat suara agar warga dievakuasi," ujar Maryono kepada Wartakotaive, Selasa (26/2/2020).

Sebab, banjir sudah mengepung permukiman penduduk dengan ketinggian satu meter lebih.

 HASIL Survei PRC dan PPI: Hanya Banjir yang Bisa Kalahkan Anies Baswedan Jadi Capres 2024

Sejumlah akses jalan pun lumpuh terendam air.

"Ketinggian air sudah 140 cm."

"Kami siapkan perahu karet dan posko pengungsian," ucapnya.

 Satpam Meninggal Saat Banjir di Bekasi, Camat Duga karena Tersetrum, Kata Saksi Mungkin Jantungan

Maryono menyebut banjir disebabkan curah hujan yang cukup tinggi.

Sehingga, aliran air di Kali Ledug dan Situ Bulakan melimpas.

"Tanggul di Kali Ledug airnya melimpas ke jalan sejak malam."

"Antisipasinya kami langsung melakukan penjagaan," kata Maryono.

Tak Separah Awal Tahun

Hujan lebat terus mengguyur wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Sehingga, mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang.

Termasuk, di lokasi rawan banjir, yakni Ciledug, Kota Tangerang.

 Survei Indo Barometer: Soeharto Presiden Indonesia Paling Disukai, Megawati Urutan Buncit

Camat Ciledug Syarifudin menjelaskan mengenai peristiwa banjir yang terjadi pada Selasa (25/2/2020).

"Untuk hari ini kondisi banjirnya tidak separah dibandingkan pada awal tahun kemarin," ujar Syarifudin kepada Wartakotalive.

Menurutnya, ketinggian air yang mengepung wilayah Ciledug belum mencapai 1 meter.

 Berpakaian Ala Bikers Pertama Kali Seumur Hidup, Maruf Amin: Demi Pancasila

Kendati demikian, pihaknya masih terus bersiaga.

"Untuk saat ini ketinggian air mencapai 40 cm," ucapnya.

Syarifudin menyebut sejumlah titik yang terdampak.

 Survei Indo Barometer: PDIP Parpol Paling Banyak Dipilih Masyarakat, Peluang Cetak Hattrick di 2024

Untuk saat ini, daerah Ciledug Indah 2 belum terendam.

"Tapi Ciledug Indah 1 dan Puri Kartika kebanjiran."

"Karena ada luapan air dari Kali di Juramangu," beber Syarifudin.

 WARGA Jepang Dikabarkan Terinfeksi COVID-19 Setelah Liburan di Bali, Ini Fakta Sebenarnya

Sbelumnya, kawasan Periuk, Kota Tangerang kembali terendam banjir pada Minggu (23/2/2020).

Gunarto, warga sekitar, menjelaskan awal tahun ini merupakan banjir terparah.

Karena, air kerap kali menggenangi wilayah tersebut.

 Gedung DPR Kebakaran, Gedung Nusantara III Penuh Asap

Bahkan, ketinggiannya mencapai satu meter lebih.

"Awal tahun ini saja sudah empat kali banjir."

"Ini banjir terparah dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Gunarto, Minggu (23/2/2020).

 WNI Kru Kapal Pesiar World Dream Bakal Diobservasi di Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu

Ratusan rumah warga di Perumahan Garden City, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang pun tenggelam.

Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi dan intens.

"Diperparah juga dengan adanya pembangunan tanggul Kali Ledug yang pengerjaannya belum rampung," ucapnya.

 Bukan Kebakaran, Sekjen DPR Bilang Asap di Gedung Wakil Rakyat karena Sistem Aerosol Terganggu

Sehingga, air meluber ke permukiman penduduk.

Gunarto berharap Pemerintah Kota Tangerang serius menanggulangi banjir di lokasi ini.

"Sebagian warga ada yang mengungsi ke posko."

 Gedung Nusantara III DPR Berasap, Ketua MPR Tetap Rapat di Lantai 9

"Ada juga yang pindah ke tempat saudaranya."

"Tapi masih ada juga warga yang bertahan di rumah lantai 2," kata Gunarto.

Anton, warga lainnya mengungkapkan, hujan deras mengguyur Periuk sedari Minggu (23/2/2020) dini hari.

 Ada 11 Juta Pengangguran di Indonesia, Tahun Lalu 285 Ribu Buruh Di-PHK

Pada pagi hari, wilayah tersebut sudah terendam banjir.

"Pompa banjir yang disediakan Pemkot tidak bisa beroperasi karena kehabisan bahan bakar."

"Dan warga terpaksa patungan uang untuk membeli bahan bakar solar," jelas Anton. (Kompas TV/Reny Mardika/Antaranews.com/dik)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas TV dengan judul Waspada Dampak La Nina, Intensitas Hujan Lebat Hingga Akhir Tahun dan di Kompas.com dengan judul "Hujan Deras Jumat Sore, 19 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/10/16/17571721/hujan-deras-jumat-sore-19-ruas-jalan-di-jakarta-tergenang-banjir.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved