Breaking News:

Viral Video Satpol PP di Pubabu, NTT Banting dan Tendang Wanita dan Anak-anak, ini Kata Walhi

Masalah hutan adat Pubabu dan tanah adat Pubabu-Besipae belum ada penyelesaian dan masih dalam suasana pandemi Covid 19.

Editor: Mohamad Yusuf
Tribunnews.com
Ilustrasi Satpol PP gelar upacara. 

WARTAKOTLAIVE.COM, JAKARTA - Sebuh video aksi kekerasan yang dilakukan Satpol PP di Pubabu, Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial (medsos).

Pasalnya beberapa anggota Satpol PP tersebut terekam menendang bahkan membanting wanita dan anak-anak perempuan.

Baca juga: Dipertemukan dengan Wali Kota Airin saat Demo UU Ciptaker, Mahasiswa Cipayung Plus Usir Wartawan

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Adanya Ganguan Kesehatan Mental, Apa Saja

Baca juga: Polisi Telanjangi dan Jemur Pendemo di Bawah Teriknya Matahari, Fadli Zon Tegaskan Pelanggaran HAM

Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) pun menyebut bahwa atas kejadian tersebut, darurat kekerasan aparat.

Video itu diunggah oleh akun Instagram @walhi.nasional pada Rabu (14/10/2020).

Terdapat dua bagian video dalam unggahan tersebut.

Tampak beberapa pria berseragam Satpol PP tengah bersitegang dengan beberapa wanita dan anak-anak perempuan.

Namun terjadi kericuhan, seorang petugas Satpol PP tampak menendang seorang anak perempuan.

Bahkan petugas lainnya membanting seorang ibu hingga terjatuh dan pingsan.

Dalam unggahan itu dituliskan, kekerasan aparat pada Masyarakat Adat Pubabu, NTT kembali terjadi.

"14 Oktober 2020 pukul 11.48 Wita, rombongan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur bersama unsur TNI (8 orang), Polri (3 orang) serta masyarakat luar yang ikut serta dalam rombongan tersebut sekitar kurang lebih 200 orang," tulisnya.

Kedatangan rombongan dengan tujuan tersebut, lanjutnya, mendapat penolakan dari warga masyarakat adat
Pubabu-Besipae.

Baca juga: Wagub DKI Pastikan Hiburan Malam Belum Beroperasi saat PSBB Transisi

Baca juga: Pemkot Bekasi Minta Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Batas Tertinggi Harga Tes Swab Rp 900 Ribu

Baca juga: Beredar Video Soeharto Temui Demonstran saat Unjuk Rasa 1967, Netizen Bandingkan dengan Jokowi

Dengan alasan masalah hutan adat Pubabu dan tanah adat Pubabu-Besipae belum ada penyelesaian dan masih dalam suasana pandemi Covid 19.

"Pukul 13.00 wita terjadi keributan antara masyarakat adat Pubabu-Besipae dan rombongan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, tindakan represif dilakukan kepada warga Pubabu Besipae dihadapan anak-anak dan perempuan," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved