Selasa, 21 April 2026

Kenali Tanda-tanda Adanya Ganguan Kesehatan Mental, Apa Saja

Di masa pandemi saat ini, dr Alvina menyarankan untuk mengurangi stress atau perasaan tidak nyaman akibat Covid 19.

Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Mohamad Yusuf
Lifealth
Ilustrasi kesehatan emosional. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Di masa pandemi ini, banyak perasaan tidak nyaman yang seringkali dirasakan.

Bila perasaan tidak nyaman itu telah mengganggu ritme tidur, bisa kurang tidur atau tidur terus,  nafsu makan berkurang atau malah berlebihan.

Kemudian ditandai juga emosi suka marah-marah, suka sensitive, dan  merasakan sedih terus menerus, seyogyanya sudah harus minta bantuan professional dalam hal  ini psikolog atau psikiater.

 Usai Aksi Demo Kemarin, ini Daftar Pintu Masuk Stasiun MRT Jakarta yang Buka, Jumat, 9 Oktober 2020

 Beredar Video Soeharto Temui Demonstran saat Unjuk Rasa 1967, Netizen Bandingkan dengan Jokowi

Pasalnya tanda-tanda tersebut jadi gejala telah terjadi gangguan mental. Semakin diabaikan, proses kembali normal  kembali akan semakin sulit.

“Ketika muncul  beberapa gejala tadi, sudah ada  masyarakat yang aware dan segera konsultasi ke ahli,  namun lebih banyak yang belum, bahwa hal tersebut berhubungan dengan kesehatan mental,” kata dr Alvina Hayulani, Sp.KJ saat talkshow dari Radio Kesehatan dengan tema ‘Tips Menjaga kesehatan Mental Selama Pandemi Covid 19’, Selasa (13/10/2020).

 Di masa pandemi saat ini, dr Alvina menyarankan untuk mengurangi stress atau perasaan tidak nyaman akibat Covid 19.

Salah satu sumber stress dari membaca info-info yang belum tentu benar, terutama info yang di media sosial.

Sebaiknya ketika ingin mengetahui informasi berkaitan dengan Covid mengambil dari situs resmi  dan terpercaya, misalnya website Kementerian Kesehatan, WHO, jurnal yang valid.

“Jangan mudah percaya info yang beredar, jangan telan bulat-bulat. Itu bukan info tapi terror,” ucapnya.

Bila sudah menganggu info yang ada di media sosial, segera batasi penggunannya.

Misalnya hanya 2x15 menit per hari bahkan bisa juga dihapus dulu aplikasinya agar tidak tergoda keinginan untuk membuka media sosial tersebut.

Untuk mempertahankan kesehatan  mental di masa pandemic ini sebaiknya melakukan relaksasi fisik, istirahat teratur, mengonsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan lakukan teknis nafas.

 Anggota Keluarga yang Diamankan Polisi saat Demo Tolak UU Omnibus Law, Membludak di Polda Metro Jaya

 Kecam Perusakan Halte, Transjakarta Mengaku Kerugian Mencapai Rp 45 miliar

Serta melakukan hobi  yang menyenangkan, serta tetap berhubungan dengan sahabat atau keluarga.

Beberapa jenis makanan yang bisa membuat suasana rileks cokelat, madu, dan teh hijau.

“Jaga jarak secara fisik memang harus dilakukan, tapi kita  tetap dapat bicara dengan orang untuk berbagi perasaan, ciptakan komunikasi dengan anggota keluarga, saudara, atau teman via telepon dan komunikasi lain,” tutur dokter dari RSUP Persahabatan ini.

Tak kalah penting juga untuk selalu berpikir positif, mengucapkan pernyataan yang positif tentang diri sendiri, keluarga dna kehidupan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved