Kriminalitas

Polisi Bakal Berikan Pendampingan dan Trauma Healing Bagi Korban Pencabulan Tukang Bakso

Polisi Bakal Berikan Pendampingan dan Trauma Healing Bagi Korban Pencabulan Tukang Bakso. Alasannya karena korban merupakan anak di bawah umur

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Tribunjabar.id/Wahyudi Utomo
Ilustrasi pencabulan 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Calvijn Simanjuntak menegaskan pihaknya kini fokus memberikan pendampingan bagi M, gadis 15 tahun yang telah diculik dan dicabuli 14 kali oleh Praditya Bayu Aji (39) alias PBA, seorang tukang bakso.

"Yang paling pokok dilakukan penyidik saat ini adalah terkait kondisi anak sebagai korban. Kita sudah berkordinasi terkait dua hal, yang pertama fisik anak itu sendiri dan psikis korban," kata Calvijn di Mapolda Metro Jaya pada Senin (5/10/2020).

Trauma healing tersebut dilakukan lewat pendekatan kepada korban dengan mengecek secara psikologis ke tim psikolog di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Ini yang paling prinsip kami lakukan, yakni memperhatikan anak korban," ujar Calvijn.

Menurut Calvijn dari pengakuannya pelaku sudah mengenal korban beberapa bulan.

Selain itu katanya pelaku juga mengaku bersedia menikahi korban.

"Pelaku mengaku bersedia menikahi korban, karena cinta. Meski begitu, proses hukum terhadap pelaku karena perbuatannya, tetap jalan terus," kata Calvijn.

Sebab kata Calvijn dalam UU Perlindungan Anak, tidak mengenal suka sama suka.

"Namun apa yang dilakukan pelaku adalah memenuhi unsur tipu daya dan bujuk rayu. Lalu penculikan, pencabulan hingga bersetubuh dengan anak di bawah umur," katanya.

Gagal Demo di DPR, Rombongan Buruh Asal Kota Bekasi hanya Berkumpul di Sekretariat SPSI Kota Bekasi

Menurut Calvijn, dalam pelariannya membawa dan menculik gadis remaja 15 tahun warga Kemayoran, Jakarta Pusat, Praditya Bayu Aji (39) alias PBA, sempat melakukan penggelapan saat berada di Boyolali, Jawa Tengah.

"Ia menjual gerobak bakso bosnya ke orang lain seharga Rp 500 Ribu di Boyolali. Lalu dari sana ia kabur ke kampungnya di Jombang, Jawa Timur. Untuk hilangkan jejak, pelaku sempat juga berjualan tahu," kata Calvijn di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/10/2020).

Saat melakukan penggelapan dengan menjual gerobak bakso bosnya, kata Calvijn pelaku mengajak korban dan sempat tertangkap kamera CCTV.

"Bahkan rekaman video CCTV itu sempat diunggah di media sosial dan viral," kata Calvijn.

Ditemukan Kasus Positif Virus Corona, Ratusan Warga Rawa Badak Utara Wajib Jalani Rapid Test Massal

Dari sanalah kata Calvijn, diketahui pula bahwa pelaku sebelumnya dilaporkan membawa kabur anak perempuan yang berkebutuhan khusus.

"Apalagi di video rekaman itu, pelaku tertangkap kamera bersama seseorang yang diduga korban. Netizen pun banyak yang menduga bahwa laporan orang hilang berhubungan dengan aksi penggelapan gerobak bakso. Dan ternyata benar," kata Calvijn.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved