Berita Nasional

Pascadirikan Partai Ummat, Slogan 'Amien Rais adalah PAN dan PAN adalah Amien Rais' Sudah Berlalu

Slogan "Amien Rais adalah PAN dan PAN adalah Amien Rais" sudah berlalu sejak pendiri partai berlambang matahari putih itu mendirikan partai baru.

instagram @amienraisofficial
Amien Rais mendirikan partai baru setelah "berpisah" dengan Partai Amanat Nasional, namanya Partai Ummat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Manuver politik politisi senior Amien Rais dengan mendirikan partai baru, Partai Ummat, tidak begitu merisaukan kalangan partai, terutama Partai Amanat Nasional atau PAN.

PAN adalah partai yang lahir pascareformasi bentukan Amien Rais, namun belakangan Amien Rais keluar dan memilih mendirikan partai baru.

Politikus PAN Guspardi Gaus mengatakan, slogan "Amien Rais adalah PAN dan PAN adalah Amien Rais" sudah berlalu sejak pendiri partai berlambang matahari putih itu mendirikan partai baru.

Video: Pandemi Virus Corona, Donald Trump dan Istri Positif Covid-19

"Sekarang ini tentu slogan itu sudah berlalu dan tidak ada lagi. Amien adalah PAN dan PAN adalah Amien itu sudah tidak berlaku lagi, sejak tokoh reformasi itu mendirikan Partai Ummat," kata Guspardi Gaus dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2020).

Guspardi Gaus angkat bicara mengenai pemberitaan deklarasi Partai Ummat oleh Amien Rais yang pernah menjabat sebagai ketua MPR.

Sebagai kader partai dirinya menilai mendirikan partai adalah hak politik setiap anak bangsa yang dijamin oleh konstitusi.

Partai Ummat Jadi Nama Resmi Parpol Bentukan Amien Rais

Amien Rais Bentuk Partai Ummat, Viva Yoga Mauladi: Sudah Tidak Identik Lagi dengan PAN

Namun, pendirian partai baru ini bagi Amien Rais tentu akan berimplikasi kepada figur beliau sendiri sebagai tokoh reformasi yang menggagas dan mendirikan PAN (Partai Amanat Nasional).

"Dengan mendirikan partai baru, tentunya pak Amien dengan sendirinya meninggalkan tujuan awal beliau saat mendirikan partai berlambang matahari putih yang dideklarasikan pada tanggal 23 Agustus 1998," kata dia.

Tujuan awal itu yakni membawa PAN sebagai pelopor reformasi dan barisan terdepan penjaga kedaulatan bangsa tentu belum tuntas sampai ke titik puncak.

"Sekarang malah mendirikan partai baru. Apalagi eksistensi dan figur pak Amien itu sangat melekat dengan PAN sehingga ada slogan 'Amien Rais adalah PAN dan PAN adalah Amien Rais'," kata dia.

 KABAR Baik: Uji klinis III Avigan Terbukti Efektif Obati Pasien Covid-19

Sungguhpun begitu PAN sendiri tidak akan terganggu atas terbentuknya Partai Ummat karena memiliki basis suara yang berbeda.

Dalam analisis Guspardi, Partai Ummat bentukan Amien lebih menyasar pemilih berbasis agamis, sementara PAN jelas menyasar pemilih dari kalangan nasionalis.

"Antara partai Amien Rais dan PAN itu berbeda. Kami dari PAN, segmennya berbeda dengan konstituen Partai Ummat. Intinya, PAN siap berlomba berfastabiqul khairat/mencari kebaikan," kata tokoh Muhammdiyah Sumbar itu.

Secara pribadi, Guspardi menghargai sikap Amien yang mendirikan partai baru setelah keluar dari PAN.

Setiap Warga Negara Indonesia berhak berserikat karena dijamin oleh undang-undang.

 Wawancara Eksklusif dengan Camat Cibitung: Kasus Covid-19 Tertinggi Imbas Klaster Industri

"Siapa pun bisa mendirikan partai, itu adalah hak politik dan bagian dari demokrasi. Kami menghargai Pak Amien mendirikan partai dan mengucapkan selamat atas berdirinya Partai Ummat ini," ujar anggota komisi 2 DPR RI tersebut.

Pengamat: Amien Rais ingin pungut santri sebagai basis dukungan

Sebelumnya, Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan, rencana Amien Rais mendirikan partai baru dengan mengusung asas Islam, karena ingin mencoba memungut kaum santri perkotaan sebagai basis dukungan.

Ahmad Atang mengatakan, dengan mengusung asas Islam, Amin Rais ingin partai barunya tampil beda dengan PAN yang nasionalis moderat.

 Masker Dilapisi Tisu dan Diolesi Minyak Esensial, Perlukah? Ini Penjelasan Lengkap Pakar Kesehatan

"Amien Rais mencoba memungut kaum santri perkotaan sebagai basis dukungan, padahal selama ini kaum santri selalu identik dengan PKS," kata Ahmad Atang kepada ANTARA di Kupang, Sabtu (12/9/2020).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan rencana Amien Rais mendirikan partai baru berasaskan Islam dan peluang untuk berkembang.

Setelah kekalahan figur yang didukung Amien Rais melawan Zulkifli Hasan pada kongres PAN di Kendari, dan Amien Rais tidak masuk dalam pengurusan PAN yang baru.

Hal ini membuat Amien Rais kehilangan panggung politik di PAN yang selama ini dibesarkannya.

Pilihan yang paling prospektif bagi Amin Rais untuk tetap "hidup" adalah dengan mendirikan partai baru.

 Luhut: DKI Melambat, Bodetabek Trennya Naik Minta Pengetatan Protokol Kesehatan Tekan Covid-19

Menurut dia, dengan mengusung asas Islam, Amien Rais ingin partai barunya tampil beda dengan PAN yang nasionalis moderat.

Islam abangan

Fakta perpolitikan kita selalu didominasi oleh Islam abangan, sehingga kesuksesan Megawati mendirikan PDIP, Prabowo mendirikan Gerindra, Surya Paloh mendirikan Nasdem dan Wiranto mendirikan partai Hanura tidak bisa menjadi patokan.

Peta politik Islam selalu menampilkan wajah politik belah bambu sehingga sejarah partai Islam tidak selalu berumur panjang. 

 Kisah Aristawidya Maheswari, Miliki 700 Prestasi Tapi Terganjal Masuk Sekolah Negeri, Begini Katanya

Hal ini karena klaim politik identitas berbasis agama hanya sebuah utopis belaka.

"Dan Amien Rais dalam pandangan saya bukan lahir dari basis Islam santri namun dari Islam modernis," katanya.

Karena itu menjadi tantangan bagi partai barunya jika menggunakan asas Islam. Bisa diduga bahwa partai yang didirikan oleh Amien Rais hanya sekadar mencari bentuk.

Ketika Amin Rais tidak menemukan bentuk, maka partainya akan mati dengan sendiri tanpa harus dimatikan.

 KABAR Gembira: Umrah Kembali Dibuka Mulai 4 Oktober dan 1 November 2020 

"Dalam politik selalu berlaku teori darwinisme, yakni seleksi alam (natural seleksi)," kata pengajar ilmu komunikasi politik pada sejumlah perguruan tinggi di NTT itu. (Antaranews)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved