Kamis, 30 April 2026

Sport

Akmal Marhali: PT LIB Bentuk Satgas Covid-19 Minim Sosialisasi dan Simulasi

PT Liga Indonesia Baru (LIB)-operator penyelenggara Liga 1 dan 2 2020, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Tayang:
Penulis: Yudistira Wanne |
Dokumentasi Akmal Marhali
Akmal Marhali (tengah) saat bertemu dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) dan Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi (kanan). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Liga Indonesia Baru (LIB)-operator penyelenggara Liga 1 dan 2 2020, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Virus Corona atau Covid-19.

Satgas Covid-19 itu dipimpin langsung oleh Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno sebagai Ketua Satgas.

Sedangkan Wakil Kasatgas diamanatkan kepada dr Syarif Alwi yang selama ini bertugas sebagai tim medis PSSI.

Pengamat sepakbola Indonesia,  Akmal Marhali menyambut positif gagasan dibentuknya tim satgas Covid-19 di lingkungan sepakbola Indonesia.

Namun, Akmal menyayangkan minimnya sosialisasi terkait teknis mendetail ketika berada di lapangan.

Kasus Pandemi Virus Corona Tentukan Nasib Penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2

Polri Larang Liga 1 dan Liga 2 Digelar, Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukia Tunggu Keterangan PSSI

"Gagasan yang bagus, hanya bagaimana job kerjanya kan sejauh ini minim sosialisasi," kata Akmal Marhali,  Selasa (29/9/2020).

"Sosialisasi protokol kesehatan baru dilakukan 16 September 2020 itu pun via zoom meeting karena pertemuan langsung di Yogyakarta tidak dapat izin," ujarnya lagi.

Menurut Akmal, panduan semua rumusan yang dibuat PSSI bagus dari tataran idealism, akan tetapi tidak dalam praktik di lapangan.

Hal itu dapat dilihat tidak tertibnya pemain asing yang datang ke Indonesia terkait urusan penerapan kedisiplinan protokol kesehatan.

"Sebagai contoh, ada aturan orang asing yang datang ke Indonesia meski sudah bawa surat pernyataan negatif dati negaranya, harus isoloasi 14 hari."

"Faktanya, pemain asing yang baru sampai langsung pada latihan. Artinya, tataran konsep dengan pelaksanaan di lapangan tidak sama," ujarnya.

Jelang Bergulirnya Liga 1 2020, Persebaya Umumkan 4 Pemainnya Positif Virus Corona

Gelaran Liga 1 Kembali Ditunda, Dirut PT LIB Ungkap Kesulitan Atur Jadwal Liga 1

Dia juga menyoroti pertandingan uji coba yang dilakukan klub agak  lalai terhadap peraturan yang telah ditetapkan.

"Beberapa klub melakukan pertandingan layaknya normal. Padahal, harusnya sebelum uji coba mereka lakukan rapid test atau swab dulu."

"Ada juga klub yang uji coba lalu dihadiri banyak pendukungnya," katanya.

Masalah lainnya, kata Akmal, belum ada jaminan keamanan dan kenyamanan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved