Virus Corona Jabodetabek
Pernah Jadi Pasien Covid-19, Bima Arya Mengaku Sehari Tegang Enam Kali
Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku sempat ketakutan saat menjadi pasien Covid-19.
"Tapi yang lucu itu tensi, tensi itu sering naik turun tergantung mood kita."
"Kalau kita habis baca WA yang nyebelin katakanlah, itu tensi akan naik tuh," papar Bima.
Menurut Bima, dari pesan-pesan WA yang masuk, dia kemudian bisa memetakan masing-masing karakter dari teman-temannya.
• 9 Prosedur Pengajuan Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Wisma Atlet, Jangan Datang Sendiri Ya!
Karena menurutnya ada pihak-pihak yang memang berniat menyemangati dan memotivasi.
Namun ada yang mengirimkan pesan yang justru memikirkan mereka sendiri, bukannya berniat care kepada pasien Covid-19.
"Makanya saya membagi orang-orang menjadi tiga."
• Mantan Menkes Nila Moeloek: Masyarakat Indonesia yang Sadar Kesehatan Tak Lebih dari 20 Persen
"Ada orang yang sangat perhatian dan sayang sama kita (itu) kelihatan."
"Ada orang yang seperti Pak Rektor bilang agak nyebelin."
"Dan satu lagi ada orang yang asyik dengan dirinya atau khawatir dengan dirinya."
• 7 Alasan Pilkada 2020 Tak Perlu Ditunda Versi LSI Denny JA, Berpotensi Gerakkan Ekonomi Lokal
"Banyak orang yang nanya, gejalanya gimana, apa yang dirasa."
"Jadi dia bukan care sama kita, tapi dia takut dirinya merasakan itu."
"Ini orang sehari bisa tujuh kali nanya saya. Lama-lama (saya paham), 'oh dia takut sama dirinya sendiri, bukan karena care kepada kita'."
• Pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor Tambah 56 Orang per 25 September 2020, Ada Anak Umur 7 Bulan
"Nah, ada juga orang yang begini dan public figure banyak yang begini."
"Jadi nanya 'Kok saya begini ya, kok saya begitu ya'."
"Saya jadi mikir, loh kok dia yang parno? Gue yang sakit kok dia yang parno?" Selorohnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anies-ke-bogor.jpg)