Senin, 20 April 2026

PT Angkasa Pura II Resmi Buka Pelatihan ARFF Berbasis Teknologi Virtual Reality

Angkatan pertama pelatihan berbasis virtual reality ini adalah 20 orang personel bandara.

Editor: Mohamad Yusuf
Angkasa Pura II
PT Angkasa Pura II (Persero) pada hari ini, 25 September 2020 resmi membuka pelatihan berbasis teknologi virtual reality. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) pada hari ini, 25 September 2020 resmi membuka pelatihan berbasis teknologi virtual reality.

Angkatan pertama pelatihan berbasis virtual reality ini adalah 20 orang personel bandara yang bertugas di unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) atau dikenal juga dengan Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF).

 Seorang Pria Diborgol karena Tidak Pakai Masker, Satpol PP Kabupaten Bogor Berdalih hanya Bercanda

 Begini Modus Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Tetap Beroperasi Selama PSBB

 Kisah Balqis, Bocah 9 Tahun Idap Penyakt Langka, Jari harus Diamputasi atau Dibiarkan Lepas Sendiri

 

“Hari ini merupakan pencapaian baru bagi PT Angkasa Pura II di dalam perjalanan transformasi digital yang dicanangkan sejak 4 tahun lalu," kata President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin saat membuka kelas perdana pelatihan ARFF berbasis teknologi virtual reality, Jumat (25/9/2020).

"Di tengah pandemi ini bukan berarti proses pelatihan dan belajar berhenti, justru sebaliknya kita bisa lebih intens dengan menggunakan teknologi yang salah satunya adalah teknologi virtual reality,” tambahnya.

Teknologi virtual reality untuk pelatihan ini sangat relevan dalam situasi sekarang.

Teknologi ini juga mudah dan cepat dipahami rekan-rekan. Penggunaan teknologi virtual reality ini sebagai penegasan PT Angkasa Pura II untuk selalu berkomitmen menjalankan transformasi digital.

Serta selalu menggunakan teknologi-teknologi terkini dalam aktivitas operasional perusahaan sehari-hari.

Pada pelatihan berbasis teknologi virtual reality bagi personel ARFF kali ini, modul yang digunakan adalah Fire Emergency Response sebagai simulasi dalam menangani situasi keadaan darurat di sisi udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Lewat modul itu peserta disimulasikan sebagai pengendara kendaraan foam tender merek Oshkosh 3000 yang merupakan salah satu armada utama dalam penanganan keadaan darurat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Modul itu juga memiliki lansekap lengkap sisi udara Soekarno-Hatta seperti runway, taxiway, apron dan sebagainya.

Ke depannya akan disiapkan berbagai modul lainnya dalam pelatihan ARFF.

Muhammad Awaluddin mengatakan setelah unit ARFF, pelatihan berbasis virtual reality akan diimplementasikan bagi unit Aviation Security (Avsec) dan Apron Movement Control (AMC).

“Ketiga unit itu yakni ARFF, Avsec dan AMC adalah unit operasi mandatori agar bandara dapat beroperasi dengan standar dan prosedur berbasis 3S + 1CC. Pelatihan berbasis teknologi virtual reality sendiri tidak mengambil alih keseluruhan proses pelatihan, namun melengkapi dan membuat lebih baik,” ujar Muhammad Awaluddin.

 Bukan Pakai Senjata Tajam, Pelaku ini Pakai Sambal untuk Begal Korbannya, ini Modusnya

 Masa Pancaroba, BMKG Sebut Beberapa Hari Kedepan Terjadi Cuaca Ekstrem di Jabodetabek

 Beroperasi Penuh, Sebanyak 800 HIngga 1.000 Pelanggar Per Hari Tertangkap 57 Kamera ETLE

Airport Digital Expedition Academy

Adapun kurikulum dan modul pelatihan berbasis teknologi virtual reality ini berada di bawah kelompok kerja Airport Digital Expedition Academy, yang merupakan bagian dari Airport Learning Center (ALC) PT. Angkasa Pura II.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved