Breaking News:

Agama dan Negara Bagai Dua Sisi Mata Uang, Cholil Nafis: Sama-sama Harus Ditegakkan

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis menjelaskan mengenai antara agama dan negara.

Dokumentasi KH Cholil Nafis
KH Cholil Nafis Lc Ph D 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis menjelaskan mengenai antara agama dan negara.

Menurut Cholil Nafis, baik agama ataupun negara harus sama-sama ditegakkan oleh seluruh warga di Indonesia.

Sebab, kata Cholil Nafis, akhir-akhir ini hubungan agama dan negara seringkali dipertentangkan.

Antara memelihara negara (himayatud daulah) dan menjaga agama (himayatud din), jelas Cholil Nafis, terkadang kerap dipandang secara dikotomis.

Hampir Setiap Bulan Temui Psikolog Sesuai Saran Sarwendah Tan, Ini Keluhan yang Dirasakan Ruben Onsu

Dua Usul MUI Soal Pilkada 2020 di Masa Pandemi Covid-19, Dipilih Lewat DPRD dan Tunjuk Plt

Pilkada Tetap Digelar 9 Desember 2020, Waketum MUI: Apakah Demi Hak Konstitusi, Ribuan Orang Mati?

Cholil Nafis menilai, seseorang berslogan menjaga kebhinekaan acapkali abai terhadap nilai-nilai agama.

Sementara untuk seseorang yang berslogan memperjuangkan agama, kadangkala jadi anti nasionalisme.

"Padahal antar agama dan negara itu bagai dua sisi mata uang. Negara butuh agama untuk membangun nilai-nilai peradaban dalam berbangsa dan bernegara"

"sedangkan agama membutuhkan negara demi penegakan hukum dan keteraturan sosial. Maka untuk tegaknya keadilan dan kedamaian membutuhkan agama sekaligus negara," ujarnya, Jumat (25/9/2020).

Dijelaskan Cholil Nafis, Alquran dan hadist tidak menyebutkan model negara.

Menurutnya, negara tidak harus sepenuhnya jadi negara agama.

Bahkan juga tak boleh negara hanya berdasarkan rasionalitas semata tanpa agama.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved