Breaking News:

Agama dan Negara Bagai Dua Sisi Mata Uang, Cholil Nafis: Sama-sama Harus Ditegakkan

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis menjelaskan mengenai antara agama dan negara.

Editor: Panji Baskhara
Dokumentasi KH Cholil Nafis
KH Cholil Nafis Lc Ph D 

Negara, ujar Cholil Nafis, membutuhkan nilai agama demi tegaknya nilai keadilan.

Selain itu, negara juga membutuhkan adanya egaliter dan berdasarkan musyawarah.

Dia menjelaskan, terminologi ummah, syu'ub dan qaum dalam Alquran mengindikasikan bahwa politik itu bisa menggunakan tiga pola.

Pertama Politik kebangsaan, kedua Kerakyatan dan ketiga Kekuasaan.

Kebangsaan itu, kata dia, politik keadaban yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan perdamaian.

Politik bermuara pada kerakyatan, adalah peran politik kemasyarakatan yang mengajak masyarakat amal ma'ruf dan mencegah umat dari berbuat mungkar, sedangkan politik kekuasan adalah politik praktis.

Yaitu pelakukan perubahan dan perbaikan melalui kekuasaan yang diraihnya.

Untuk Indonesia, dia menjelaskan, bangsa ini telah menjadi negara Islam (Darul Islam) bukan hanya darussalam (negara damai) karena nilai Islam sudah terserap ke dalam sistem hukum nasional.

Islam bebas diamalkan di Indonesia tanpa dihalangi oleh masyarakat dan penguasa.

"Kita tinggal memilih peran dalam politik ini, apakah peran politik kebangsaan, politik kerakyatan atau politik kekuasaan"

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved