Virus Corona
Luhut Lobi Uni Emirat Arab, Minta Tambahan 20 Juta Vaksin Covid-19
Menurutnya, kalau Indonesia memakai strategi pengadaan vaksin secara cepat dan masif, maka akan bisa mengendalikan penyebaran Covid-19 secara efektif.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan, pemerintah bisa mengatasi pandemi Covid-19 dengan gencar mencari vaksin.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dirinya akan melobi Uni Emirat Arab untuk meminta tambahan vaksin Covid-19.
"Nanti mungkin juga (vaksin) dari (negara) G-20."
• Jokowi Tugaskan Luhut dan Doni Monardo Awasi Penanganan Covid-19 di 8 Wilayah Ini
"Nanti sore saya mau bicara sama Menteri Suhail (Menteri Energi dan Infrastruktur UAE Suhail Al Mazroui) dari Abu Dhabi."
"Untuk minta tambahan 20 juta (vaksin) lagi untuk masuk sini," ungkapnya dalam acara virtual, Selasa (15/9/2020).
Menurutnya, kalau Indonesia memakai strategi pengadaan vaksin secara cepat dan masif, maka akan bisa mengendalikan penyebaran Covid-19 secara efektif.
• Berkas Perkara Djoko Tjandra Dikembalikan, Polisi Dimnta Periksa Dua Pihak Ini
"Jadi kalau kita pakai strategi untuk mengatasi virus itu, saya kira akan terkendali sampai kita dapat vaksin."
"Kira-kira tahun ini 30 juta dosis dan kami coba hingga 50 juta dosis," kata Luhut.
Jika hal itu bisa diwujudkan pemerintah, maka Covid-19 tidak lagi menjadi permasalahan besar pada 3 bulan mendatang.
• Orang Berinisial DK Ada di Proposal Jaksa Pinangki, Sukses Yakinkan Djoko Tjandra Urus Fatwa MA
"Kalau vaksin itu dapat, sebenarnya tidak masalah dalam 3 bulan ke depan ini."
"Kalau 3 bulan ini bisa kita manage Covid-19, saya vaksin masuk."
"Kita lebih baik dan per kemarin persentase pemulihan kasus Covid-19 kita itu 71,5 persen, saya kira bagus," papar Luhut.
• Pemerintah Pusat Dianggap Tentang PSBB Jakarta, Airlangga Hartarto: Ambil Keputusan Perlu Koordinasi
"Saya mulai dengan Covid-19 karena saya disuruh menangani 8 provinsi ini."
"Bagaimanapun kita tidak bisa lepas juga dari penanganan Covid-19 ini," tuturnya.
Menurut dia, 8 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua, jadi fokus penanganan karena menyumbang kasus Covid-19 terbanyak secara total.
• Kejaksaan Agung Belum Temukan Bukti Pinangki dan Anita Kolopaking Pakai Kode Bapakmu dan Bapakku
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ngmis.jpg)