Berita Jakarta
Inflasi Jakarta Periode Agustus Turun di Angka Minus 0,10 Persen
Jakarta menempati posisi ke-33 kota yang mengalami deflasi pada periode Agustus 2020.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat Jakarta mengalami deflasi atau penurunan harga pada angka -0,10 persen periode Agustus 2020.
Meski begitu, dalam periode Desember-Agustus 2020, Jakarta mengalami inflasi sebesar 1,03 persen.
"Sedangkan apabila dibandingknt pada tahun lalu di bulan yang sama, atau year on year, pada Agustus 2019 dan Agustus 2020, Jakarta mengalami kenaikan harga atau inflasi sebesar 1,76 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Buyung Airlangga melalui siaran langsung webinar, Selasa (1/9/2020).
Jakarta menempati posisi ke-33 kota yang mengalami deflasi pada periode Agustus 2020.
• Pemprov DKI Jakarta Rekrut 1.800 Tenaga Kesehatan Hadapi Lonjakan Virus Corona
• Tangis Pilu Warga saat Rumahnya Digusur untuk Proyek Pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soetta
"Tercatat ada 53 yang mengalami deflasi dimana deflasi terendah yakni kota Kupang pada angka -0,92 persen, sedangkan yang terendah yakni kota Sibolga, Bekasi dan Banyuwangi pada angka -0,01 persen," ujarnya.
Sementara itu, tercatat sebanyak 37 kota yang mengalami inflasi.
Kota dengan angka inflasi paling tinggi yakni Meulaboh dengan 8,88 persen.
Kota Batam, Kediri dan Kotamobagu tercatat mengalami inflasi terendah pada angka 0,02 persen.
• Setelah Dua Hari Tembus 1.000 Lebih, Kasus Harian Covid-19 di Jakarta sekarang Turun jadi 941 orang
• Ayah Atta Halilintar Terancam Penjara Lima Tahun setelah Dilaporkan Mantan Istri ke Polisi
"Komodoti penyumbang deflasi tertinggi di Jakarta mencakup barang-barang kebutuhan pokok dan transportasi seperti angkutan udara, daging ayam ras dan bawang merah," tutur Buyung.
Sementara itu tiga komoditas yang tercatat mengalami deflasi terendah di Jakarta yakni wafer, es krim dan body lotion dengan angka -0,0001 persen.
Fase penting Anies hadapi corona
Pemprov DKI Jakarta menilai ada dua fase yang dianggap menantang dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.
Fase pertama adalah mengedukasi masyarakat, dan fase kedua adalah upaya penegakan sanksi bagi yang melanggar.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penerapan kedua fase itu tidaklah mudah.
• Ini Penyebab Irjen Napoleon Emosi Saat Rekonstruksi Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra
Diperlukan ketekunan dan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tangkapan-layar-webinar-bps-dki-jakarta.jpg)