Breaking News:

Berita Tangerang

Alasan SMAN 3 Tangerang Selatan Cabut Laporan Perusakan Sekolah

SMAN 3 Tangerang Selatan mencabut laporan perusakan sekolah yang dilakukan tersangka Lurah Benda Baru, Saidun.

Warta Kota/Rizki Amana
Kepala SMAN 3 Tangsel, Aan Sri Analiah saat ditemui di Gedung SMAN 3 Tangsel, Benda Timur, Pamulang, Jumat (17/7/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, PAMULANG - SMAN 3 Tangerang Selatan mencabut laporan polisi atas kasus perusakan sekolah yang dilakukan tersangka Lurah Benda Baru, Saidun.

Pasalnya, kedua belah pihak telah menyepakati menyelesaikan kasus tersebut dengan nota perdamaian.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 3 Kota Tangsel, Aan Sri Analiah membeberkan alasan pihaknya mencabut laporan polisi terkait kasus perusakan itu.

Menurutnya, pencabutan karena pihaknya yang ingin segera menyelesaikan kasus yang diperkarakannya itu.

Lurah Benda Baru Ditetapkan sebagai Tersangka, Ombudsman Minta Pemkot Tangsel Nonaktifkan Saidun

Lurah Benda Baru Saidun Jadi Tersangka Perusakan Fasilitas SMAN 3 Kota Tangsel

"Alasannya karena kan selama ini pemeriksaan telah dilakukan ya. Penyidikan oleh kepolisian sudah. Memang mungkin belum selesai tapi karena ada itikad baik dari Pak Lurah," kata Aan saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2020).

Dia menjelaskan, proses perdamaian dalam perkara itu juga didasari  penilaian sikap Saidun yang mengakui kesalahannya.

Beberapa kali Saidun menyatakan permohonan maaf baik secara mediasi antar lembaga maupun saat penyidikan berlangsung.

"Kalau pemeriksaan itu selalu saya dan Pak Lurah selalu dihadirkan, dimintai keterangan. Misalnya ketika di sekolah sudah ada mediasi, disitu Pak Lurah sudah minta maaf."

"Kemudian juga ketika di DPRD kita dimintai keterangan juga Pak Lurah sudah mengakui perbuatannya dan meminta maaf juga, kemudian saat di BKPP juga sama," ucap Aan.

VIDEO: Lurah Benda Baru, Saidun Perusak Fasilitas SMAN 3 Tangsel Jadi Tersangka

Pihak BKPP Kota Tangsel Bakal Jatuhkan Sanksi buat Lurah Benda Baru Setelah Terima Laporan Camat

"Jadi karena adanya pengakuan dari beliau seperti itu kemudian kita juga ingin masalahnya cepat selesai dan ini bisa secara kekeluargaan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Saidun ditetapkan sebagai tersangka terkait perusakan fasilitas SMAN 3 Kota Tangsel pada 10 Juli 2020.

Penetapan tersangka dilakukan Polsek Pamulang seusai melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut.

Namun, kasus itu dihentikan karena telah terjadi kesepakatan kedua belah pihak yang bertikai untuk berdamai.

"Hasil dari gelar perkara tersebut telah ditemukan dua alat bukti sehingga terlapor kita tingkatkan menjadi tersangka," ujar Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto, Rabu (19/8/2020). 

Penulis: Rizki Amana
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved