Breaking News:

Pihak BKPP Kota Tangsel Bakal Jatuhkan Sanksi buat Lurah Benda Baru Setelah Terima Laporan Camat

“Kalau bicara titipan tidak ada titipan. Enggak ada, saya cuma menyampaikan aspirasi masyarakat saya, itu saja

Wartakotalive/Rizki Amana
Kepala BKPP Kota Tangsel Apendi saat ditemui di Gedubg SMA Negeri 3 Tangsel, Benda Timur, Pamulang, Tangsel, Jumat (17/7/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL --- Pihak Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangerang Selatan, belum memanggil Lurah Benda Baru, Saidun, dalam perkara yang menyeretnya ke kantor polisi.

Menurut Kepala BKPP Kota Tangsel, Apendi, pemanggilan akan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari atasan Saidun yakni Camat Pamulang.

Sebab, kata Apendi prosedur tersebut tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Gini di dalam PP 53 2010 itu kan ada aturan mengenai disiplin pegawai semua pelanggaran ASN itu. BKPP itu kan mencakup keseluruhan pegawai tapi ada tahapannya. Kalau untuk kaitannya seseorang apa ada masalah di salah satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) itu yang akan menindak sementara itu harus diproses sama atasannya langsung,” kata Apendi saat dikonfirmasi, Tangsel, Selasa (28/7/2020).

“Kalau lurah atasannya camat kan begitu. Nah camat yang akan menindak lanjuti dan ini sedang diproses oleh Pak Camat, saya sedang menunggu laporan Pak Camat. Tadi saya menelpon Pak Camat segera dilaporkan, ada katanya nah belum diberikan kepada saya. Saya mau lihat hasilnya apa gitu,” lanjutnya.

Sementara itu, atas perbuatannya tersebut Saidun terancam melanggar Pasal 335 Ayat 1 dan 406 KHUP tentang Kekerasan atau Ancaman Kekerasan dan Perusakan Barang.

Adapun saar ini Saidun masih bertatus sebagai saksi dalam perkara perusakan fasilitas milik SMAN 3 Tangsel itu.

Tak tahu menahu

Lurah Benda Baru, Saidun, telah memenuhi panggilan penyidik Polsek Pamulang pada Selasa (28/7/2020) kemarin terkait perkara perusakan fasilitas di SMAN 3 Tangsel pada Jumat 10 Juli 2020 lalu.

Saidun menuturkan alasan dirinya menitipkan calon siswa untuk dapat bersekolah di SMAN 3 Tangsel supaya dapat membantu pegawai kelurahannya yang berporfesi sebagai satpam.

“Kalau bicara titipan tidak ada titipan. Enggak ada, saya cuma menyampaikan aspirasi masyarakat saya, itu saja. Keinginan masyarakat Benda Baru kepingin sekolah di Benda Baru, kenapa sih sulit begitu kan. Itu saja,” jelas Saidun ditemui usai menjalani pemeriksaan di Polsek Pamulang.

“Dua (calon siswa-red) yang saya dorong karena ini kan staf saya. Kalau bukan staf saya enggak mungkin,” tandasnya.

Saidun mengaku dirinya tidak banyak mengetahui tentang empat jalur yang mesti ditempuh calon siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA se-Provinsi Banten.

Empat jalut itu yakni jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orangtua atau wali murid dan prestasi yang dibuka sejak tanggal 26 Mei 2020 hingga 27 Juni 2020. “Enggak semua tahu,” jawab Saidun.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved