Advertorial

Menikmati Manfaat BPJS Kesehatan, Setyo: Semoga Pemerintah Terus Hadir dengan Program JKN-KIS Ini

Sebagai tulang punggung keluarga, ia harus lebih cermat dan teliti untuk selalu memberikan yang terbaik dalam masalah kesehatan keluarganya.

jamkesnews.com
Setyo (48), warga Cibanteng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cibinong, Selasa (21/1/2020). 

Ia menganggap bahwa dengan iuran yang dibayarkan olehnya lewat penghasilannya yang dipotong, akan dapat membantu peserta JKN-KIS lainnya yang membutuhkan kesehatan di fasilitas kesehatan.

CIBINONG - Jaminan kesehatan merupakan suatu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Sebab, jaminan kesehatan nantinya akan berguna ketika kita berada dalam kondisi sakit.

Begitu kata Setyo (48), warga Cibanteng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor

Jadi, menurutnya, adanya Program JKN-KIS tak hanya untuk menaati aturan yang telah ditetapkan, tetapi juga membuat kita dapat memanfaatkannya ketika jatuh sakit.

Program JKN-KIS BPJS Kesehatan, Wani: Buat Saya yang Berpenghasilan Pas-pasan, Ini Rejeki Besar

Setyo merupakan seorang pegawai di Mahkamah Agung RI di Jakarta pusat.

Sehari-hari, ia menikmati posisinya sebagai kepala rumah tangga dan tulang punggung keluarga.

Maka, ia harus lebih cermat dan teliti untuk selalu memberikan yang terbaik dalam masalah kesehatan kepada keluarganya.

Ia menceritakan bahwa keluarganya semua dari anak dan istri telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Syukur alhamdulliah saya sekeluarga sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sudah cukup lama," kata Setyo, ketika dijumpai tim Jamkesnews, Selasa (21/1/2020).

"Sebelumnya, saya terdaftar sebegai peserta di PT ASKES dan sejak 2014, ketika berubah menjadi BPJS Kesehatan, saya pun tetap ikut program ini,” imbuhnya.

Kompak, Dua Sahabat Ini Andalkan Kartu JKN-KIS untuk Jaminan Kesehatan Diri dan Keluarganya

Ikut Program JKN-KIS Yayan dan Keluarga Merasa Aman, Ini Kisahnya saat Alami Kecelakaan

Setia bayar iuran

Sebagai seorang pekerja yang terus disibukkan dengan rutinitasnya, Setyo menyadari bahwa memiliki jaminan kesehatan itu sangat penting untuk masa depan dirinya dan keluarga, karena kesehatanya sudah ada yang menjamin.

Dirinya bersyukur, hingga saat ini ia dan keluarga belum pernah menggunakan kartu kepesertannya untuk berobat besar dan hanya memanfaatkannya saat berobat di klinik maupun di Puskesmas.

Meski begitu, ia tetap terus menjalankan kewajibannya untuk rutin membayar iuran tiap bulan yang secara otomatis terpotong dari penghasilannya tiap bulan.

“Saya dan keluarga saya alhamdulilah belum pernah sakit yang harus sampai di rujuk kerumah sakit besar, paling hanya pernah mengalami sakit-sakit ringan saja seperti flu, demam, atau batuk pilek, itu pun saya hanya pergi ke puskesmas terdekat dari rumah," tuturnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved