Senin, 4 Mei 2026

Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Staf KPU Yahukimo Papua, Diduga Kabur ke Gunung

Bahkan, lanjut dia, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua telah terbang langsung ke lokasi.

Tayang:
Twitter@KPU_ID
Henry Jovinski (24), staf KPU Kabupaten Yahukimo yang meninggal dunia akibat ditikam orang tidak dikenal. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa mengatakan, polisi telah mengantongi identitas pelaku yang diduga membunuh staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Henry Jovinski.

Namun, Musthofa menyebut pihaknya memiliki kendala saat menangkap pembunuh Henry.

Sebab, pelaku yang diduga lebih dari satu orang telah melarikan diri ke pegunungan di sekitar Yahukimo.

KRONOLOGI Nawawi Pomolango Cekcok dengan Mumtaz Rais Versi KPK, Bawa-bawa Wakil Ketua Komisi III DPR

"Pelaku sudah teridentifikasi dan info mereka lari ke gunung," kata Musthofa saat dihubungi, Minggu (16/8/2020).

Polda Papua, kata Musthofa, turun tangan menangani kasus tersebut.

Bahkan, lanjut dia, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua telah terbang langsung ke lokasi.

Minta Insiden Nawawi Pomolango dengan Mumtaz Rais Tak Diperpanjang, PAN: Sayang Uang Negara

"Dirkrimum masih di Yahukimo," ujarnya.

Henry adalah satu petugas KPU RI yang ditempatkan di Yahukimo, Papua yang meninggal dunia karena dianiaya orang tak dikenal.

Peristiwa tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga.

INI Tiga Klaster Kasus Djoko Tjandra, Dimulai dari Tahun 2008

Ayah Henry, Sugeng Kusharyanto (54), hanya meminta keadilan untuk anaknya.

Ia ingin agar pelaku penganiayaan segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal.

"Tidak lebih, hanya minta keadilan."

Nawawi Pomolango Disebut Pahlawan Kesiangan oleh Mumtaz Rais, Belum Saling Memaafkan

"Pelaku penganiayaan Henry segera diberikan hukuman setimpal, sengaja atau tidak sengaja (saat melakukan penganiayaan)," katanya saat ditemui di rumah duka, Rabu (12/08/2020).

Pria berusia 54 tahun itu pun ingin tahu alasan pelaku melakukan penganiyaan hingga akhirnya anaknya meninggal.

"Kami hanya ingin mempertanyakan, apa niatnya sampai melukai dan menghabisi anak saya," sambungnya.

Jokowi Cabut Keppres Pemecatan Evi Novida Ginting, Ketua DKPP: Biarlah Sejarah Mencatat

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved