Breaking News:

Narkoba

Tren Pengiriman Narkoba Bermodus Pengangkut Barang Kebutuhan Pokok Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Waspada Narkoba, Tren Pengiriman Narkoba Bermodus Pengangkut Barang Kebutuhan Pokok Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Warta Kota/Muhammad Azzam
Barang bukti penyelundupan narkotika jenis ganja sebanyak 500 kilogram disita petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di depan Perumahan Pesona Metropolitan, Jalan Raya Narogong, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (10/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, CAWANG - Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari meminta agar petugasnya lebih berwaspada.

Pasalnya, modus pengiriman narkoba yang diseludupkan bersama barang-barang kebutuhan pokok meningkat selama pandemi virus corona atau covid-19.

Hal tersebut ditunjukkannya lewat sejumlah kasus pengiriman narkoba dalam jumlah besar yang berhasil diungkap pihaknya.

Beberapa kasus yang baru-baru ini diungkap juga kerap memanfaatkan pengiriman barang kebutuhan pokok, seperti penyelundupan sebanyak 400 kilogram ganja asal Aceh di kawasan Bekasi pada Senin (10/8/2020) lalu.

Ketahuan Bawa Bom Molotov, Dua Pemuda Diringkus Polisi di Stasiun Palmerah

"Masa pendemi covid-19 ini justru dimanfaatkan jaringan narkoba untuk lebih aktif di saat Indonesia tengah fokus menangani penyebaran corona, makanya kami minta anggota terus waspada," kata Arman saat dikonfirmasi pada Jumat (14/8/2020).

Sambut HUT ke-75 RI, Aneka Mural Warna-warni Hiasi Gang Pemukiman Warga Pademangan Timur

Densus 88 Bekuk 15 Terduga Teroris di Jakarta dan Jawa Barat dalam Satu Hari, Ini Identitasnya

Hingga awal Agustus 2020 ini, pihaknya menilai ada kecenderungan peningkatan pengiriman narkotika masuk ke Indonesia.

Indikasi ini didasarkan atas banyaknya pengungkapan kasus narkotika pada masa pandemi covid-19.

"Dari beberapa kasus yang diungkap, semua sindikat menyamarkan narkotika dengan barang kebutuhan pokok," ujarnya.

Terdampak Pandemi Covid-19, Ini yang Terjadi Pada Outlet Padjajaran Fans Store

Selain meminta petugas lapangan untuk tetap waspada, Arman juga menilai perlu adanya reformasi di lembaga pemasyarakatan (lapas). Pasalnya, hampir semua kasus yang diungkap, dipastikan ada keterlibatan narapidana sebagai pengendali.

"Kasus sabu didalam beras dikendalikan napi di Lapas Salemba, dan ini yang terbaru dikendalikan dari lapas Lampung," ujarnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved