Kamis, 16 April 2026

Berita Nasional

Intelektual Muda Papua Sikapi Pro Kontra Rencana Perpanjangan Otonomi Khusus

Otonomi khusus Papua dan Papua Barat akan berakhir pada 2021 mendatang. Mendagri Tito Karnavian sudah mengatakan otsus akan diperpanjang

Editor: Feryanto Hadi
istimewa
Kelompok pemuda yang tergabung dalam Intelektual Muda Papua-Papua Barat (IMP-PB) menggelar konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/8/2020) 

Pro dan kontra yang terjadi, mendasari kelompok yang tergabung dalam Intelektual Muda Papua-Papua Barat (IMP-PB), berinisiasi melakukan upaya untuk menyelamatkan dari segala perpecahan yang muncul dari akibat pro kontra otsus papua jilid II terhadap masyarakat.

"Karena bagaimanapun tanah Papua hadir untuk masyarakat papua dan bangsa Indonesia, dan sejatinya anak muda papua memiliki peran penting untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan struktural politik yang muncul ditanah papua sebagai bentuk sumbangsi ide dan gagasan dari pemuda papua asli," ungkapnya.

Presiden Jokowi Minta Pilkada Serentak Jangan Menjadi Klaster Baru Penularan Covid-19

Jokowi Terbitkan Inpres 6/2020, Polri Diperintahkan Tegakkan Penerapan Protokol Kesehatan

Berikut butir-butir pernyataan yang disampaikan IMP-PB.

1. Mendukung respon positif pemerintah dalam upaya melanjutkan otsus jilid II

2. Mendorong pemerintah pusat dan provinsi serta daerah untuk saling berkordinasi satu sama lain untuk merumuskan Otsus Papua jilid II sehingga terwujudnya regulasi yang
bijak untuk masyarakat Papua.

3. Kami IMP-PB Siap mengawal dana otsus jilid II yang digelontori pemerintah pusat kepada
pemerintah daerah, sebagai upaya evaluasi otsus jilid pertama yang kami nyatakan masih
kurang dalam segi pengawalannya.

4. Mengajak masyarakat Papua agar kiranya pandai dan bijak dalam membaca kebijakan
untuk Otsus Papua jilid II dan tidak terprovokasi oleh oknum manapun yang ingin
memanfaatkan segala bentuk kepentingan yang muncul di Papua.

5. Segala bentuk regulasi untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat papua harus benarbenar disuarakan dan didengar dengan baik terkhususnya dibidang pendidikan sebagai
salah satu upaya peningkatan SDM di tanah Papua.

Adapun sejumlah tokoh muda Papua yang hadir dalam pernyataan sikap tersebut di antaranya Henci Danyelo Lee Hamberi (Aktivis Muda Serui), Arman Asso (KetuaDPP KNPI AsalWamena), Isay Wenda (Aktivis Asal Lanny Jaya), Muli Yasir Kaninggai (Aktivis FAK-FAK), Abdul Rahman.M.Werfete (Ex Ketua IMAPA UI), dan Malkin Kosepa(Ketua HimaBin SeJabodetabek)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved