Breaking News:

Bpjs Kesehatan

Mengenal Layanan Chika dan Vika BPJS Kesehatan

Chika merupakan singkatan dari Chat Assistant JKN dan Vika merupakan singkatan dari Voice Interaktive JKN.

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Feryanto Hadi
Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kader JKN yang dilaksanakan di Jakarta Barat, Rabu (05/08). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Pada masa pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat tetap memberikan pelayanan kepada peserta dengan memperhatikan protokol kesehatan dan social distancing.

Tidak hanya itu, BPJS Kesehatan juga membuat suatu inovasi yang dapat memudahkan peserta, yaitu Chika dan Vika.

Hal inilah yang menjadi tambahan informasi bagi para Kader JKN yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat pada saat pertemuan Monitoring dan Evaluasi hari ini.  

 “Kader JKN merupakan kepanjangan tangan BPJS Kesehatan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi langsung kepada peserta. Melalui mereka, kami dapat menjangkau peserta secara lebih dekat dan lebih mudah,"  tutur Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Novi Adriyani Rosalina pada saat pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kader JKN yang dilaksanakan di Jakarta Barat pada Rabu (05/08).

Ratusan Ribu PBPU BPJS Kesehatan di DKI Jakarta Turun Kelas

"Pada kesempatan kali ini, kami melakukan sosialisasi mengenai Chika dan Vika agar para kader dapat menyampaikan kepada peserta yang ada di wilayah binaan mereka,” imbuhnya.

Novi menjelaskan, Chika merupakan singkatan dari Chat Assistant JKN dan Vika merupakan singkatan dari Voice Interaktive JKN.

Chika merupakan pelayanan informasi dan pengaduan melalui chatting yang direspon artificial intelligence/sistem.

Chika dapat diakses melalui media sosial seperti Facebook Messenger (BPJS Kesehatan), Telegram (BPJSKes_bot) dan Whatsapp (08118750400), sementara Vika merupakan layanan informasi menggunakan mesin penjawab untuk mengecek status tagihan dan status kepesertaan dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

 “Kader JKN yang bermitra dengan kami sudah cukup dikenal di lingkungan binaan mereka, sehingga pemberian informasi kepada peserta cukup efektif dilakukan," kata Novi.

Selain Iuran BPJS Kesehatan Naik, Mulai Juli Transaksi Belanja Online dan Game Dikenakan Pajak

"Kami berharap dengan adanya inovasi ini, peserta sudah tidak perlu lagi datang ke kantor kami untuk mendapatkan pelayanan. Sehingga, peserta dapat berdiam diri di rumah dan memenuhi kebutuhan akan pelayanan kami melalui telepon mereka masing-masing,” Novi menambahkan.

 Novi menunjukkan cara kerja Chika dan Vika serta memberikan contoh langsung kepada para Kader JKN, sehingga para kader dapat mencoba sendiri layanan tersebut.

Sehingga, apabila nanti Kader JKN mendapatkan pertanyaan dan melakukan sosialisasi kepada peserta, mereka dapat melakukannya dengan lancar dan tepat. 

Sosialisasikan Perpres 64 Tahun 2020 

 BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat sudah bekerjasama dengan Kader JKN sejak April 2017 sampai saat ini.

Pada Tahun 2020 ini, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat bekerjasama dengan 17 Kader JKN untuk 43 kelurahan yang ada di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat juga memberikan edukasi tentang Perpres 64 Tahun 2020 kepada para Kader JKN yang hadir.

“Kami mengapresiasi kedatangan para Kader JKN yang telah datang dan berpartisipasi pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi Bulan Agustus 2020. Pada Kesempatan kali ini kami melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020," ungkap Novi.

Edukasi mengenai Perpres ini, dikatakan Novi, memang bukan yang pertama kali diakukan.

"Namun kami biasa berdiskusi dengan melihat Peraturan Presiden ini sebagai dasarnya. Diskusi ini berkaitan dengan implementasi dan pengalaman para kader di lapangan,” jelas Novi

Novi menegaskan, Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 merupakan bagian upaya untuk membangun ekosistem  JKN yang sehat dan berkesinambungan.

Menko PMK Bilang Iuran BPJS Kesehatan Seharusnya Rp 137.221 Jika Berdasarkan Hitungan Aktuaria

Saat ini terjadi kesenjangan antara iuran dengan manfaat yang komprehensif, sehingga untuk kesinambungan Program perlu perbaikan ekosistem dengan mempertimbangkan penguatan JKN sebagai skema asuransi sosial yang bersifat wajib, manfaat yang dijamin adalah kebutuhan dasar kesehatan dengan kelas rawat inap yang standar sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004, dan Reviu iuran, manfaat, dan tarif layanan secara konsisten dan reguler.   

 “Mulai Bulan Juli 2020 Peserta PBPU dan Peserta BP kelas III atau pihak lain atas nama Peserta membayar iuran sebesar Rp 25.500,00 perorang perbulan."

"Selisih iuran sebesar Rp 16.500,00 dibayar oleh Pemerintah sebagai bantuan iuran. Hal inilah yang mungkin belum banyak diketahui dan dimengerti oleh peserta secara komprehensif. Oleh karena itu, peran Kader JKN sangatlah penting dalam melakukan edukasi hal ini kepada peserta secara langsung,” tutur Novi.

 Novi berharap dengan adanya edukasi dan sosialisasi yang diberikan kepada Kader JKN yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat dapat memberikan kelancaran dan pemahaman yang komprehensif pada saat kader memberikan penjelasan kepada peserta yang ada di wilayah binaannya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved