Jumat, 1 Mei 2026

Virus Corona

Update Covid-19 Amerika Serikat Tembus 4.601.526 Kasus dan 154.002 Kematian

Jumlah kasus Covid-19 di Amerika Serikat, Minggu (1/8/2020), bertambah 58.947 kasus dan tercatat 1.132 kematian baru.

Tayang:
Reuters/Aljazeera.com
Saat konferensi pers di Gedung Putih Presiden Donald Trump melepas maskernya. Jumlah kasus Covid-19 di Amerika Serikat, Minggu (1/8/2020), bertambah 58.947 kasus dan tercatat 1.132 kematian baru. 

Sementara itu, angka kasus infeksi baru per pekan turun mulai belakangan ini sejak penurunan terakhir pada Juni.

Lonjakan kasus positif Covid-19 di Arizona, California, Florida, dan Texas sepanjang bulan ini membuat rumah sakit kewalahan.

Pertambahan kasus yang signifikan itu memaksa negara bagian untuk menunda pembukaan kembali aktivitas ekonomi.

 Turki dan Rusia: Musim Tentara Bayaran

Texas mencatat kasus kematian tertinggi di seluruh AS bulan ini dengan angka hampir 4.300 kasus, kemudian disusul Florida dengan 2.900 kasus, dan California--negara bagian berpenduduk paling banyak--dengan 2.700 kasus.

Sementara lonjakan kasus kematian per Juli terjadi di tiga negara bagian tersebut, New York dan New Jersey masih menjadi wilayah dengan kasus kematian tertinggi secara akumulatif.

Dari 20 negara di dunia dengan kasus wabah terparah, AS menempati posisi keenam untuk jumlah kasus kematian tertinggi per kapita dengan catatan sebanyak 45 kasus per 100.000 orang-- setelah Inggris, Spanyol, Italia, Peru, dan Chile.

 Evi Novida Ginting Surati Presiden Jokowi Setelah PTUN Batalkan Keppres Pemecatannya

AS tanda tangani kontrak dengan Pfizer untuk 100 juta dosis vaksin

Menteri Kesehatan dan Layanan Manusia Amerika Serikat, Alex Azar, mengatakan pada Rabu (22/7/2020) bahwa pemerintah federal telah menandatangani kontrak dengan perusahaan Pfizer Inc untuk 100 juta dosis vaksin virus corona, setelah vaksin tersebut disetujui.

"Kami baru saja menandatangani kontrak dengan perusahaan pemimpin farmasi global Pfizer untuk memproduksi 100 juta dosis vaksin mulai Desember tahun ini dengan opsi untuk membeli setengah miliar dosis tambahan," kata Azar dalam tayangan Fox News. "Tentunya vaksin tersebut harus aman dan efektif."

Otto Hasibuan: Kenapa Djoko Tjandra Ditahan?

Menurut pengumuman yang dikeluarkan pihak Azar dan Departemen Pertahanan, Pfizer akan mengirimkan dosis-dosis itu apabila produk tersebut menerima Otorisasi Penggunaan Darurat atau lisensi dari Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan AS, setelah menyelesaikan demonstrasi keamanan dan kemanjuran dalam uji klinis fase 3 yang besar.

Azar mengatakan bahwa dari lima kandidat vaksin yang "memprioritaskan" Amerika Serikat, tiga telah memiliki hasil yang bagus dalam pengujian fase pertama.

Ketiganya termasuk obat dari Pfizer dan juga vaksin-vaksin yang dikembangkan oleh Moderna dan Astrazeneca.

Misteri Jaksa Pinangki Bertemu Djoko Tjandra dan 9 Kali ke LN, Suami Berpangkat Kombes Jadi Sorotan

"Situasi yang kita hadapi saat ini sangat serius tetapi kita memiliki alat untuk menghadapinya," kata Azar yang menyebut ada tiga pengobatan, yakni Remdesivir, steroid, dan plasma pemulihan (convalescent plasma). (Antaranews)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved