Sabtu, 11 April 2026

Kolom Trias Kuncahyono

Turki dan Rusia: Musim Tentara Bayaran

Setelah disapu Revolusi Musim Semi yang menjadi dadakan jatuhnya pemerintahan Moammar Khaddafy, Libya kini tersungkur masuk jurang perang saudara.

Istimewa
Tentara bayaran 

WARTAKOTALIVE.COM - Nasib, kalau boleh dikatakan demikian, Libya bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga.

Setelah disapu Revolusi Musim Semi yang menjadi dadakan jatuhnya pemerintahan (serta tewasnya) Moammar Khaddafy, negeri itu kini tersungkur masuk jurang perang saudara.

Dan, perang saudara ini telah memikat banyak negara untuk terlibat.

Dua kelompok yang berseteru berebut kekuasaan dan kekayaan alam (minyak dan gas) yakni Pemerintah Kesepakatan Nasional (Government of National Accord/GNA) hasil dari campur tangan NATO dan diakui PBB berpusat di Tripoli di bawah pimpinan PM  Fayez al-Sarraj  dan DPR yang didukung oleh Tentara Nasional Libya (Libyan National Army/LNA) pimpinan Jenderal Khalifa Haftar di Tobruk, Libya Timur yang didukung kelompok loyalis Moammar Khadday.

Kedua lembaga yang memberintah itu sama-sama mendirikan bank sentral dan mengkonsolidasikan kekuatan untuk mengontrol ladang minyak.

Konflik dua kekuatan itu yang mengundang negara asing. Turki dan juga Italia, masuk mendukung GNA. Sementara Rusia, Mesir, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, dan Yordania mendukung Haftar.

Yang lebih menarik adalah baik Turki maupun Rusia tidak menerjunkan tentaranya langsung melainkan menggunakan tentara bayaran.

Sementara negara-negara Uni Eropa dan AS, melihat dari luar sambil berusaha mencari solusi damai.

Apa yang mendorong Turki dan Rusia mengalihkan perhatian dan fokusnya dari Suriah ke Libya? Ada banyak alasan.

Meskipun, mereka tetap tidak meninggalkan Suriah, juga karena beberapa alasan.

Turki, misalnya, berbatasan langsung dengan Suriah dan berurusan dengan kelompok Kurdi yang menguasai wilayah Suriah utara, daerah yang berbatasan dengan Turki.

Rusia tetap menginginkan palabuhan Tartus di Suriah, misalnya.

Tentara Bayaran

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Istilah tentara bayaran (bahasa Inggris, mercenary) berasal dari kata dalam bahasa Latin, mercennarius (sewa, sewaan, upahan, bayaran, tentara sewaan).

Karena itu, Shorter Oxford English Dictionary (2007) edisi ke-6 mendefinisikan mercenary sebagai “..seorang tentara professional yang menjalankan tugas kekuatan asing.”

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved