Kolom Trias Kuncahyono
Turki dan Rusia: Musim Tentara Bayaran
Setelah disapu Revolusi Musim Semi yang menjadi dadakan jatuhnya pemerintahan Moammar Khaddafy, Libya kini tersungkur masuk jurang perang saudara.
Sejarah menceritakan bahwa mula pertama tentara bayaran muncul setelah Perang Peloponnesia (431–404 SM), berakhir antara dua negara-kota terkemuka di zaman Yunani kuno, Athena dan Sparta.
Akibat perang, perekonomian kedua negara-kota morat-marit dan kemiskinan merajalela.
Salah satu cara untuk menyiasati hidup adalah menjadi tentara bayaran.
Sekarang kesulitan ekonomi dan kemiskinan juga yang mendorong seseorang terjun menjadi tentara bayaran.
Pada Abad Pertengahan hingga awal abad ke-18, marak digunakan tentara bayaran.
Perang Seratus Tahun (1337-1453) antara Perancis dan Inggris, juga banyak menggunakan tentara bayaran. Sehingga bisnis tentara bayaran pada waktu itu laku keras.
Negara-negara kota Italia kaya-kaya, tetapi mereka tidak mampu membentuk tentara yang kuat, maka mereka pun menyewa condottieri, tentara bayaran, yang sangat biasadi Eropa antara abad ke-14 – 16.
Sejumlah negara, misalnya, Swiss menjadi pemasok utama tentara bayaran. Dan, Perancis pada abad ke-16 dan ke-17, menjadi salah satu penggunanya.
Dalam perkembangannya, tentara bayaran menjadi benar-benar multinasional.
Raja Prussia Frederick Agung atau Frederick William II, (1712-1786) yang kondang sebagai ahli strategi militer pada waktu berkobar Perang Tujuh Tahun 1756-1763 antara Prussia dan Austria, Perancis, Rusia, dan Swedia menggunakan tentara bayaran, menggabungkan seluruh pasukan Saxon dalam pasukannya.
Setelah Revolusi Perancis (1789-1799), penggunaan tentara bayaran dilarang di Perancis.
Bahkan Napoleon berhasil menerapkan wajib militer yang kemudian diikuti oleh negara-negara lain (Holger Hestermeyer, 2016).
Tetapi, pasca-revolusi malah muncul sejumlah institusi militer yang begitu terkenal. Pada tahun 1831, Perancis membentuk Legiun Asing Perancis.
Tentara Inggris mempekerjakan unit Gurkha, tentara Spanyol pada tahun 1920 membentuk Legiun Asing (Tercio de Extrajeros), dan Uni Emirat Arab menyewa tentara dari Oman, Yaman, Yordania, Pakistan, dan Inggris.
Menurut Holger Hestermeyer (mengutip pendapat A-F Musah and J ‘Kayode Fayemi Mercenaries: An African Security Dilemma, 2000), tentara bayaran muncul lagi selama proses dekolonisasi Afrika pada tahun 1960-an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tentara-bayar01.jpg)