Breaking News:

Berita Internasional

Ribuan Pesawat Jet Penumpang Diparkir Entah Sampai Kapan

sebanyak 35 persen dari sekitar 26.000 pesawat jet penumpang di seluruh dunia tak dioperasikan alias grounded sampai dengan 31 Juli 2020

cgtn.com
Perusahaan penerbangan terpaksa memarkir pesawatnya karena pandemi corona 

Lahan parkir pesawat di bandara semenjak pandemi virus corona melanda dunia menjadi penuh sesak.

Menurut catatan Cirium, sebanyak 35 persen dari sekitar 26.000 pesawat jet penumpang di seluruh dunia tak dioperasikan alias grounded sampai dengan 31 Juli 2020.

Namun, angka tersebut lebih kecil dibandingkan pada masa awal pandemi, yang mencapai 62 persen pada April lalu.

Bagi perusahaan penerbangan, pesawat tak beroperasi sama dengan kerugian karena tak ada pemasukan.

Pesawat di parkiran pun membutuhkan biaya tak sedikit. Selain ongkos parkir, juga perawatan rutin supaya pesawat selalu prima saat dibutuhkan terbang.

Selain itu kondisi iklim di bandara juga berpengaruh pada biaya perawatan.

Bandara Alice Springs Australia jadi tempat parkir sejumlah perusahaan penerbangan dari luar Australia
Bandara Alice Springs Australia jadi tempat parkir sejumlah perusahaan penerbangan dari luar Australia (news.com.au)

Bandara Singapura dan Hong Kong yang berada di iklim panas dan lembab, dinilai tidak cocok untuk parkir pesawat dalam waktu lama.

Oleh karena itu, perusahaan penerbangan SIA yang punya armada 220 pesawat, memarkir sebanyak 29 pesawatnya di Airport Alice Springs. Australia, yang kering.

Cathay Pacific juga menyimpan sebanyak 60 atau sepertiga dari armada pesawatnya di bandara Australia ersebut.

Semua perusahaan penerbangan masih belum bisa memastikan sampai kapan pesawat-pesawat itu harus dikandangkan.

International Air Transport Association (IATA), asosiasi perusahaan penerbangan dunia, pekan lalu memeringatkan bahwa dunia penerbangan akan kembali pulih seperti sebelum pandemi pada 2024.

Taksiran tersebut mundur setahun dari yang dibuat sebelumnya mengingat pemulihan ekonomi yang terjadi pada tengah tahun ini ternyata lebih lambat dari harapan IATA.

Penulis:
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved