Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

IPW Sebut Penangkapan Djoko Tjandra Tidak Berkaitan dengan Bursa Kapolri

Menurut Neta, kerjasama yang ditunjukkan pihak Malaysia dengan Indonesia ini patut dicontoh Polri ke depan.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Feryanto Hadi
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Penyerahan Djoko Tjandra dari Bareskrim Polri kepada Kejaksaan Agung, Jumat (31/7/2020) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Ketua Presidium Indonesi Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan penangkapan Djoko Tjandra tidak ada kaitannya dengan bursa Kapolri.

Apalagi kata Neta, penangkapan buronan kakap itu yang melakukan adalah pihak Kepolisian Diraja Malaysia, yang kemudian diserahkan kepada Polri.

"IPW memberi apresiasi kepada Kepolisian Diraja Malaysia yg sudah mau mendengar aspirasi rakyat Indonesia dan membantu penangkapan Djoko Tjandra, serta menyerahkan buronan kelas kakap itu kepada Polri," kata Neta kepada Warta Kota, Minggu (2/8/2020).

Menurut Neta, kerjasama yang ditunjukkan pihak Malaysia dengan Indonesia ini patut dicontoh Polri ke depan.

Anji Manji Kembali Trending Twiiter setelah Promosikan Herbal sebagai Obat Covid-19

Peneliti Prof Hadi Pranoto Temukan Herbal Penyembuh Covid-19, Sudah Sembuhkan Ribuan Orang

"Khususnya NCB Interpol Polri dalam melakukan lobi ke negara-negara lain yang terdapat buronan koruptor bersembunyi di sana. Mengingat masih ada 38 buronan NCB Interpol Polri di luar negeri," kata Neta.

Artinya, kerjasama internasional pasca tertangkapnya Djoko Tjandra perlu dilanjutkan.

"Sehingga Polri bisa segera menangkap buronan lainnya, seperti bos Gajah Tunggal Syamsul Nursalim dan Itji Nursalim yang saat ini diduga bersembunyi di Shanghai Cina," kata Neta.

Menurut Neta, kasus Djoko Tjandra maupun penangkapan buronan kakap itu tidak ada kaitannya dengan bursa calon Kapolri.

"Apalagi pergantian Kapolri masih lama yakni Januari 2021. Sebab presiden tentunya punya kriteria sendiri tentang calon kapolri yang akan diangkatnya di masa depan," ujarnya.

Djoko Tjandra Ditangkap, Mahfud MD: Awalnya Ada yang Bilang Pemerintah Hanya Main Ciluk Ba

Batas Somasi dari Pemprov DKI Hampir Habis, Ike Muti Akhirnya Beri Klarifikasi dan Minta Maaf

Bagaimanapun menurut Neta, calon Kapolri yang akan diangkat Presiden tentu melihat situasi aktual politik saat itu dan proyeksi situasi ke depan, yang semuanya sangat tergantung pada insting politik Presiden maupun hak Prerogatif Presiden.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved