Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Djoko Tjandra Ditangkap, Mahfud MD: Awalnya Ada yang Bilang Pemerintah Hanya Main 'Ciluk Ba'

Ia menyebut, sebelumnya banyak masyarakat yang pesimis Djoko Tjandra bakal ditangkap. Bahkan, ada yang menuding pemerintah 'main mata' dengan Djoko T

photocollage/twitter/kompas.com
Menkopolhukam Mohammad Mahfud MD dan Djoko Tjandra 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Penangkapan buronan Djoko Tjandra mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak. 

Djoko Tjandra yang dikenal licin dan mampu melobi sejumlah pejabat, ditangkap di sebuah apartemen di Malaysia.

Menkopulhukam Mahfud MD kembali bersuara terkait penangkapan buronan kakap Djoko Tjandra.

Mahfud menyatakan, penangkapan Djoko Tjandra menjadi bukti keseriusan pemerintah.

Ia menyebut, sebelumnya banyak masyarakat yang pesimis Djoko Tjandra bakal ditangkap.

Bahkan, ada yang menuding pemerintah 'main mata' dengan Djoko Tjandra.

Disebut sebagai Korban Dugaan Prostitusi Online, Vernita Syabilla: Manusia Tidak Ada yang Sempurna

Kronologi Kecelakaan Maut Bus Sugeng Rahayu Tabrak Benteng Takeshi Wonosobo, Sopir Meninggal Dunia

Mahfud MD menyampaikan hal itu di akun Twitter pribadinya, Sabtu (1/8/2020).

"Awalnya ada yang bilang Pemerintah bersandiwara mau menangkap Joko Tjandra. Toh dia diberi karpet merah. Ada yang bilang Pemerintah hanya main "Ciluk Ba". Ada yang bilang, ini hanya ribut sebulan dan setelah itu kasusnya dilupakan orang. Akrobat hukum Joko Tjandra itu dimulai thn 2009," tulis Mahfud MD, dikutip Wartakotalive.com, Sabtu.

Mahfud menambahkan, DJoko Tjandra seharusnya mendapatkan hukuman jauh dari itu atas pilihannya yang kabur dan melakukan sejumlah jalan pintas untuk menyelamatkan diri.

"Joko Tjandra tidak hanya harus menghuni penjara 2 tahun. Karena tingkahnya dia bisa diberi hukuman-hukuman baru yang jauh lebih lama. Dugaan pidananya, antara lain, penggunaan surat palsu dan penyuapan kepada pejabat yang melindunginya," tulis Mahfud.

Halaman
1234
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved