Breaking News:

Arus Balik

Arus Balik Dari Terminal Kalideres Diprediksi Tidak Ramai Seperti Keadaan Sebelum Pandemi

Angka normal keberangkatan di Terminal Kalideres mencapai 1.500 sampai 1.700 penumpang per harinya.

Warta Kota
Suasana Terminal Kalideres, Jakarta Barat masih sepi imbas Pandemi Covid-19, Jumat (17/7/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Arus balik Idul Adha 1441 H di Terminal Kalideres diprediksi tidak setinggi mobilitas sebelum pandemi Covid-19. Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen mengatakan puncak arus mudik Idul Adha di Terminal Kalideres terjadi Rabu (29/7/2020). Namun, angkanya masih jauh di bawah rata-rata normal mobilitas di Terminal Kalideres.

“Pada Rabu (29/7/2020), angka tertinggi keberangkatan hanya 336 penumpang,” ujar Revi Minggu (2/8/2020). Padahal menurut Revi, angka normal keberangkatan di Terminal Kalideres mencapai 1.500 sampai 1.700 penumpang per harinya.

Bahkan di Idul Adha tahun lalu, keberangkatan arus mudik dapat mencapai lebih dari 2.000 penumpang. Sehingga kata Revi, puncak arus balik di Terminal Kalideres dipastikan tidak terlalu tinggi.

Silvio Escobar Berharap Mampu Mencetak Gol untuk Tim Persikabo 1973 di Laga Lanjutan Liga 1 2020

Tiga Residivis Begal Berkomplot Lagi, Kali Ini Ditangkap Kawanan Polisi Beserta Alat Hisap Sabu

Terlebih, arus kedatangan biasanya jauh lebih rendah ketimbang arus keberangkatan. Hal itu lantaran lebih banyak penumpang yang memilih turun di luar terminal. Meski demikian, menurut Revi jumlah penumpang saat ini jauh lebih baik ketimbang di awal penerapan PSBB transisi pertama.

Penerapan Corona Likelihood Metric (CLM) dianggap lebih memudahkan penumpang ketimbang pengurusan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). “Dulu ketika SIKM masih diterapkan penumpang bahkan bisa nol di Terminal Kalideres. Sekarang mulai lumayan meski angkanya jauh dari normal,” jelas Revi.

Pun kata Revi, para penumpang mengaku lebih mudah membuat CLM ketimbang SIKM. Hal itu lantaran mereka hanya diminta akses aplikasi Jaki di Playstore dan memasukan data terkait keterkaitan dengan Covid-19.

Tiga posko

Lebih lanjut Revi menjelaskan, nantinya aplikasi akan menilai tingkat risiko penumpang terhadap penularan Covid-19. Tingkat penilaian dibagi ke dalam tiga golongan yakni risiko rendah, risiko sedang, dan risiko tinggi.

Para penumpang yang masuk ke golongan risiko rendah dan sedang tidak diwajibkan membuat surat keterangan sehat dari puskesmas. Sedangkan para penumpang yang masuk ke dalam risiko tinggi masih dapat berangkat menggunakan bus asalkan membawa surat keterangan sehat dari puskesmas atau klinik.

Imam Budi Hartono Berjuang untuk Bisa Menjadi Pendamping Mohammad Idris di Pilkada Depok 2020

Oknum Petugas Dihub Honorer Ngamuk Pecahkan Kaca Mikrolet yang Senggol Dirinya di Rawamangun

Sementara untuk penumpang yang tidak paham menggunakan gadget atau CLM maka pihak terminal akan memandu untuk membuatkannya. Revi mengaku saat ini sudah menyediakan tiga posko pembuatan CLM yang dapat diakses di Terminal Kalideres.

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved