Breaking News:

Berita Pendidikan

Tetap Ikut POP, Nadiem Pastikan Putera Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation Tak Pakai APBN

Kendati tak memakai anggaran negara, Kemendikbud tetap akan meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta

Editor: Feryanto Hadi
istimewa
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai kritik pedas.

Kritikan didasari atas munculnya sejumlah organisasi yang dianggap 'tidak pantas' mendapatkan dana hibah dari pemerintah. 

Dua organisasi atau foundation tersebut adalah Putera Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation.

Induk organisasi itu merupakan perusahaan besar yang dimiliki para konglomerat di negeri ini.

Kritikan tersebut berujung mundurnya sejumlah organisasi besar yang selama ini berperan aktif sebagai penggerak pendidikan di luar pemerintah.

Pasca Muhammadiyah, NU dan PGRI Mundur, Nadiem Makarim Dinilai Fadli Zon Harus Hentikan Program POP

Belajar Tatap Muka Dimulai dari Jenjang SMA dan Sederajat, Begini Kata Nadiem Makarim dan Maruf Amin

Sesudah masalah ini menjadi ramai, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menyatakan, Putera Sampoerna Foundation bersama Tanoto Foundation kini dipastikan menggunakan skema pembiayaan mandiri untuk mendukung Program Organisasi Penggerak (POP).

Dengan demikian, kedua yayasan yang selama ini bergerak di bidang pendidikan tersebut tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak dan mereka menyambut baik saran tersebut.

Dengan demikian, harapan kami ini akan menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan, dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan,” kata Nadiem di Jakarta, Senin (27/7).

Menolak Menjadi Tim Pemenangan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa, Begini Alasan Achmad Purnomo

Mendikbud berharap organisasi penggerak seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang selama ini sudah menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan, bahkan jauh sebelum negara ini berdiri, dapat kembali bergabung dalam POP.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved