Breaking News:

Berita Nasional

Pasca Muhammadiyah, NU dan PGRI Mundur, Nadiem Makarim Dinilai Fadli Zon Harus Hentikan Program POP

Pasca Muhammadiyah, NU dan PGRI Mundur, Nadiem Makarim Dinilai Fadli Zon Harus Hentikan Program POP. Kemunduran Merupakan Bentuk Protes

Istimewa
Fadli Zon adalah Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, saat menjadi pembicara dalam sesi pertama "The Central Role of Education in the 2030 Agenda for Sustainable Development" di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mundurnya Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Lembaga Pendidikan Maarif PBNU, serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dari Program Organisasi Penggerak (POP) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) seharusnya direspon serius oleh Presiden Joko Widodo.

Mundurnya tiga organisasi besar tadi telah mendelegitimasi program POP, sehingga tak ada alasan bagi pemerintah untuk meneruskannya.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Ditegaskannya, POP sebelumnya diklaim sebagai program unggulan Kemendikbud.

Program ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para guru penggerak untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan peserta didik.

Polisi Simpulkan Kematian Putranya Akibat Bunuh Diri, Ayah Yodi Prabowo : Terus Terang Kecewa

Polisi Yakini Yodi Prabowo Samarkan Aksi Bunuh Diri, Pilih Lokasi Terpencil dan Gunakan Pisau Dapur

Dalam program ini, Kemendikbud melibatkan organisasi-organisasi masyarakat maupun individu yang mempunyai kapasitas meningkatkan kualitas para guru melalui berbagai pelatihan.

"Di atas kertas, konsepnya kelihatan bagus. Namun, konsep yang bagus saja terbukti tidaklah cukup. Ada banyak aspek lain yang harus dipertimbangkan," ungkap Fadli Zon dalam siaran tertulis pada Sabtu (25/7/2020).

"Memperhatikan kontroversi di tengah masyarakat atas program ini, saya melihat program ini sebaiknya dihentikan saja," tambahnya.

Petugas PPSU yang Jadi Pengedar Sabu Tidak Jalani Tes Narkoba Ketika Seleksi Penerimaan Pegawai

Usulannya agar Nadiem Makarim menghentikan POP dijelaskan Fadli Zon ada lima alasan.

Pertama, payung hukumnya belum jelas.

Halaman
1234
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved